Hujan, Animo Penonton Tak Surut

0
296

banyuwangi-batik-festival-bbf-2016


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

PERHELATAN Banyuwangi Batik Festival (BBF) semakin menegaskan eksistensi batik Banyuwangi. Bukan hanya “membelalakkan mata” masyarakat nasional, kecintaan warga lokal terhadap batik khas Bumi Blambangan tergambar jelas pada perhelatan yang  berlangsung di Taman Blambangan, Minggu malam (9/10).

Ya, meski sejak sore wilayah Kota Banyuwangi dan sekitarnya diguyur hujan, penonton tetap berbondong-bondong datang ke lokasi acara. Bahkan, walaupun  hujan juga tetap mengguyur hingga malam,  yakni sesaat sebelum BBF dibuka Ketua DPR  RI Ade Komarudin, ratusan penonton tetap antusias menunggu.

Mereka seolah tidak ingin melewatkan pentas peragaan busana batik kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut. Pada ajang BBF tahun ini, busana batik yang  ditampilkan mengusung tema “Sekar Jagad Blambangan”. Batik Sekar Jagad Blambangan merupakan penggambaran tunggal tentang  segala keindahan daerah yang dahulu bernama Kerajaan Blambangan ini.

Busana yang dikenakan para model tampak sangat indah. Baik busana karya desainer lokal Banyuwangi, yakni Shanet Sabintang, maupun busana yang didesain khusus desainer papan atas nasional, seperti Priscilla Saputro. Penampilan Putri Indonesia 2016, Kezia  Roslin Cikita, menambah daya tarik BBF tahun  ini.

Bukan hanya Kezia, Putri Pariwisata Intan Aletrino dan finalis Putri Indonesia 2016 Belda  Amelia, juga ikut meramaikan catwalk BBF 2016. Bupati Abdullah Azwar Anas menuturkan, BBF bukan sekadar ajang peragaan busana. Lebih dari itu, ajang yang satu ini juga dimaksudkan sebagai salah satu sarana pengungkit perekonomian Banyuwangi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Pertambangan (Disperindagtam) Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo, menambahkan Sekar Jagad Blambangan  dipilih sebagai tema BBF tahun ini untuk menindaklanjuti torehan manis Banyuwangi  pada ajang The United Nations World Tourism Organization (UNWTO) Award for Excellence and Innovation in Tourism ke-12 beberapa waktu lalu.

“Sekar berarti bunga yang identik dengan aroma harum atau wangi), jagad berarti dunia, dan Blambangan berarti Banyuwangi. Artinya, sudah saatnya Banyuwangi mengharumkan dunia,” ujarnya. (radar)

BBF 2016 ”Sekar Jagad Blambangan” :

 

 Putri Indonesia Nadia Dwi Ramadhani tampil anggun
Putri Indonesia Nadia Dwi Ramadhani tampil anggun

 

Gaun pesta dengan dominasi merah yang dibawakan fi nalis batik pedestrian.
Gaun pesta dengan dominasi merah yang dibawakan fi nalis batik pedestrian.

 

 Batik lokal Banyuwangi bisa diterapkan pada baju santai maupun baju kerja.
Batik lokal Banyuwangi bisa diterapkan pada baju santai maupun baju kerja.

Loading...

Baca Juga :