Evakuasi 2.750 Ton Beras dari Kapal Kandas

0
216
Muatan beras bersubsidi yang ada di kapal Bahtera Sejati mulai dipindahkan ke kapal bantuan Bahari ll di belakang markas Polair Ketapang, pagi kemarin (9-8).

KALIPURO – Evakuasi muatan beras subsidi di kapal Bahtera Sejati mulai dilakukan sejak pukul 11.45 kemarin (9/8). Proses bongkar muat di kapal Bahtera Sejati yang kandas dipercepat oleh pihak operator, mengingat mutan beras yang akan dikirim ke pelabuhan tujuan sudah tersendat selama empat hari.

Kapal yang didatangkan dari Masalembu, Sumenep, Bahari II dengan kapasitas muatan 1.750 ton. Evakuasi akan dilakukan bertahap dikarenakan kapasitas kapal Bahari II tidak cukup untuk menampung seluruh beras yang ada di geladak kapal Bahtera Sejati dengan berat muatan 2.750 ton.

Loading...

“Kami fokuskan dulu pengiriman dengan jumlah kapasitas yang ada di kapal Bahari II agar pengiriman beras dapat segera sampai ke pelabuhan tujuan,” ujar Kepala Seksi Keselamatan Berlayar, Penjagaan dan Patroli Kessyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi, Djatmiko Widodo.

Proses pemindahan muatan kapal tidak dapat diprediksi hingga kapan pastinya diselesaikan. Jika proses pemindahan selesai kapal Bahari II akan segera diberangkatkan menuju pelabuhan Reo, Maumere, Nusa Tenggara Timur.

“Jika muatan sudah selesai dipindahkan maka kapal Bahari II akan segera diberangkatkan agar beras tersebut dapat segera didistribusikan kepada masyarakat,” ucap Djatmiko. Hingga saat ini penyebab kandasnyra kapal Batera Sejati masih belum diketahui. Jika muatan beras yang berjumlah 2.750 ton tersebut sudah dipindahkan, maka tekanan di kapal akan berkurang sehingga kalau terjadi rembesan atau kebocoran pada kapal akan dapat dideteksi.

“Setelah beras nanti sudah dikirim maka setelah itu giliran Bahtera Sejati yang akan diurus,” tandas Djadmiko. Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Bahtera Sejati yang kandas di belakang markas Satpolair Ketapang hingga pagi kemarin (7/8) masih dalam kondisi miring 11 derajat.

Kapal dengan muatan 2.750 ton beras subsidi tersebut menunggu bantuan kapal dari Masalembu, Kabupaten Sumenep yang masih dalam perjalanan menuju pelabuhan Tanjungwangi.

Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungwangi sudah berkoordinasi dengan beberapa instansi terkait untuk mengevakuasi beras di geladak kapal Bahtera Sejati tersebut. Sebab, jika dibiarkan terlalu lama dikhawatirkan akan merusak kualitas beras subsidi yang akan dibawa ke pelabuhan Reo, Maumere, Nusa Tenggara Timur tersebut.

Keputusan yang didapatkan hasil dari rapat KSOP, Polair, PT. Pelindo Tanjungwangi, Pelni dan Bulog, sepakat mendatangkan kapal dari Masalembu yang dijadwalkan akan sampai di perairan Selat Bali pada hari Selasa kemarin (8/8). (radar)

loading...