Festival Anak Yatim

0
707

BANYUWANGI – Festival Anak Yatim (FAY) kali ke empat berlangsung meriah di Banyuwangi, Minggu (18/10). Acara yang dipusatkan di Pendapa Sabha Swagata Blambangan ini, diikuti sekitar seribu lebih anak yatim yang  berasal dari 24 kecamatan yang ada di  Banyuwangi.

Di pendapa, mereka dibebaskan bermain dan bersenang-senang sepuasnya dengan berbagai wanaha permaian yang disediakan. Mereka bebas memilih aneka jenis permainan sesuai seleranya. Disediakan berbagai permainan tradisional seperti engklek, ular tangga dan benteng-bentengan.

Juga permainan moderen di antaranya, basket, istana balon, sepeda mesin dan permainan edukatif mengenal  pesawat dan kabinnya. Selain bermain, dalam FAY ini juga digelar aneka perlombaan, seperti congklak, cublak-cublak suweng, benteng-bentengan dan lomba lari  estafet.

Mereka yang memenangkan  lomba ini mendapatkan hadiah tabanas  total Rp 30 juta. Puas bermain dan bersenang-senang mereka diajak makan tumpeng bareng Bupati Banyuwangi, Abdullah  Azwar Anas sambil menikmati sajian musik gambus “Miami”.

Nadia Ulfa (12) dari SDN Kedungrejo,Glenmore mengaku senang mengikuti festival ini. Selain bisa punya kenalan teman baru mereka saling cerita seputar  sekolahnya dan bermain permainan  tradisional bersama. Dia juga senang bisa membaca buku gratis yang  ada di arena festival.

Nadia adalah dua  bersaudara yang sudah tidak beribu sejak  kelas IV. Ibunya meninggal karena  sakit, dan saat ini dia diasuh ayahnya seorang. Begitu halnya Nandang (11), siswa  kelas V SDN Pesanggaran ini telah kehilangan ibunya sejak berusia 2 tahun.

“Senang aja di ajak kesini banyak  teman baru. Saya pengen jadi polisi  yang bisa amankan kota,” jawabnya saat dialog bersama Bupati Anas. Sementara Alvira (28) orang tua salah satu anak yatim, menyatakan senang dengan kegiatan ini, karena anaknya mendapat perhatian dari  pemerintah.

Apalagi ada beasiswa untuk anak yatim berprestasi. “Mulai  TK anak saya selalu berprestasi,  beasiswa ini akan jadi pemacu kami. Masih ada harapan buat anak saya  bisa kuliah,” kata Ibu satu anak ini.  Sejak 2012, Pemkab Banyuwangi juga memberikan beasiswa bagi anak yatim  berprestasi.

Beasiswa ini ditujukan untuk mahasiswa berprestasi dari kalangan keluarga kurang mampu,  termasuk para anak yatim untuk bisa bersekolah hingga perguruan tinggi.  Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan,  FAY merupakan upaya pemerintah daerah untuk menggugah kepedulian,  membangun dan menerbarkan kasih sayang.

FAY juga bisa jadi ajang menumbuhkan rasa kepercayaan diri  anak-anak yatim untuk bisa meraih cita-citanya. Festival ini spirit yang hebat dan bisa menjadi inspirasi bagi semua orang untuk bersolidaritas kepada anak-anak yatim.

Kita akan dorong dan beri ruang penuh agar anak-anak bisa belajar dan mengejar cita-citanya setinggi mungkin, ujar  Bupati Anas.  Di akhir acara anak-anak yatim doa bersama juga diajak berwisata keliling pendapa kabupaten yang  dikenal mempunyai konsep green  building.

Di sana, mereka belajar sejarah Banyuwangi melalui lukisan dan seni arsitektur masyarakat Using (masyarakat asli Banyuwangi) lewat  rumah khas lokal yang ada di pendopo.  Secara berkala, para pelajar memang diperbolehkan mengelilingi  pendapa yang merupakan tempat  tinggal bupati. (radar)