Jamaah Jumat Serentak Salat Ghaib untuk Kiai Hasyim Muzadi

0
299


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

GENTENG-Meninggalnya mantan Ketua Umum PBNU, KH. Hasyim Muzadi, ternyata menimbulkan duka mendalam bagi umat Islam di Kabupaten Banyuwangi. Kemarin, setelah menggelar salat Jumat, ramai-ramai menggelar salat Ghaib untuk almarhum.

Salat Ghaib untuk almarhum KH. Hasyim Muzadi itu, terlihat di gelar di Pondok Pesantren  Darussalam, Blokagung, Desa Karangdoro,  Kecamatan Tegalsari; Masjid Jami Baitul Abror,  Desa/Kecamatan Tegalsari; Masjid Jami Baitur rasyidin, Desa/Kecamatan Cluring, dan Masjid Jami Baiturrahman, Genteng.

“Salat  Ghaib ini khusus untuk almarhum KH. Hasyim  Muzadi,” cetus takmir masjid Baiturrahman, Genteng, Ustadz Mukhdor Atim. Mukhdor yang menjadi imam dalam salat Ghaib itu mengatakan salat gaib di  masjid Jami Baiturrahman itu sebenarnya  selalu dilakukan setiap ada tokoh atau  ulama yang meninggal.

Apalagi ini kepergian  KH. Hasyim Muzadi dan menjadi duka tersendiri bagi umat Islam dan Indonesia pada umumnya.  “Kiai Hasyim Muzadi itu tokoh  NU dan Indonesia,” katanya. Bagi Muhdor, sosok KH Hasyim Muzadi itu ulama yang komplet.  Selain menguasai persoalan ke islaman, kiprahnya juga sangat besar terhadap pemikiran bagi bangsa dan negara.

Di kalangan warga NU,   jelas dia, sumbangsihnya tidak  diragukan lagi bagi kemajuan nagdliyin. “Kiai Hasyim itu cermin tokoh NU kultural dan struktural, Kiai Hasyim itu sebelum lahir sudah NU,” cetus mantan Ketua GP Ansor Cabang Banyuwangi itu.

Karir Kiai Hasyim Muzadi dalam berkiprah di organisasi juga patut  dijadikan teladan bagus generasi  muda. Sebelum menjadi ketua umum PBNU, pengasuh pondok  pesantren Al Hikam itu meniti  karir dari tingkat desa dengan  menjadi ketua Ranting NU.

“Dia memulai karir di NU itu mulai  dari paling bawah,” jelasnya. Kiai Hasyim Muzadi juga memiliki perhatian serius terhadap perkembangan NU dan Islam di Kabupaten Banyuwangi. Selama ini, sering datang dan memberi pengajian di kota yang  berjuluk Sun Rise of Java itu. “Diundang ke Banyuwangi, sering datangnya,” katanya. (radar)

Loading...

Baca Juga :