Kadus Dituding Otaki Pengeroyokan

0
589

Dua Tersangka Berhasil Dibekuk

MUNCAR – Aksi pengeroyokan dengan korban Mubarip, 46, warga  Dusun Krajan, RT 4, RW 10, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, akhirnya ditangani anggota polsek setempat kemarin (13/7). Dua pemuda yang diduga terlibat dalam pengeroyokan itu berhasil di tangkap polisi.

Kedua pelaku yang kini dijebloskan ke ruang tahanan polsek sambil menjalani pemeriksaan itu adalah Riko, 24, dan Febri, 25. Keduanya warga Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar. “Saya hanya ikut mukul,” cetus Riko kepada polisi.

Keterangannya kepada polisi, Riko menyebut pengeroyokan yang dilakukan bersama gerombolannya itu didalangi Kepala Dusun (Kadus) Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, Wahid. Selain itu, suami EL berinisial SR, 48, juga ikut.

“Yang menendang pintu rumah itu Pak Wahid,” ungkapnya. Riko menyebut, aksi pengeroyokan itu memang masalah asmara.  EL yang masih menjadi istri sah SR, pergi dari rumah dengan alasan bekerja. “Ternyata EL menginap di rumahnya Mubarip,” cetusnya.

Informasi EL berada di rumah Mubarip, SR bersama Wahid mengumpulkan beberapa pemuda dan mengajak mendatangi rumah korban. “Alat pentungan dari kayu,  bambu, dan batu bata itu kita ambil dari sekitar lokasi,” terangnya.

Kapolsek Muncar Kompol Agus  Dwi Jatmiko mengatakan, dari hasil penangkapan terhadap kedua pelaku itu, pihaknya akan terus melakukan pengembangan. “Kita sedang memburu SR dan kepala dusun,” katanya. Dari lokasi kejadian, jelas dia, polisi  mengamankan barang bukti (BB) berupa pentungan bambu, kayu, batu bata, dan tali plastik warna biru.

Sejumlah BB itu, diduga digunakan para pelaku untuk mengikat tangan dan kaki korban. “ Kita akan usut sampai tuntas,” tegasnya. Sementara itu, Mubarip yang didampingi kepala Dusun Krajan, Desa Kedungringin, Nurjayin, saat dikonfirmasi di polsek kemarin (13/7), mengaku tidak tahu penyebab gerombolan itu menghajar dirinya.

Baca :
Korban Investasi Bodong di Banyuwangi Terus Bertambah

“Tiba-tiba datang, pintu rumah didobrak dan saya diseret lalu dipukuli,” ujarnya. Karena pelaku itu jumlahnya cukup banyak, korban mengaku tidak bisa berbuat banyak. Saat kejadian itu, dirinya sempat diikat menggunakan tali plastik dan diinjak-injak hingga tidak sadarkan diri. “Saya tahu sudah di rumah sakit,” jelasnya. (radar)