Kapok Jadi Pemakai Malah Jadi Pengedar

0
1051

saplani-usai-menjalani-persi-dangan-di-pengadilan-negeri-banyuwangi-kemarin


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Apa rasanya menggunakan pil trihexyphenidil alias treks yang masuk kategori obat daftar G. Iskandar, 26, warga Dusun Padang Kidul, Desa Padang, Kecamatan Singojuruh, pernah merasakan efek mengonsumsi pil koplo tersebut. Rasanya leher seperti tercekik dan dada serasa sesak.

Efek obat yang dikonsumsinya itu membuatnya kapok menggunakan lagi. Sayang, tobatnya itu hanya seumur jagung. Pemuda itu justru banting setir sebagai pengedar. Tak ayal dia ditangkap tim Resnarkoba Polres Banyuwangi di rumahnya pagi kemarin.

Dari tangannya, polisi mengamankan 46 butir pil treks yang dikemas dalam empat plastik klip. Turut diamankan uang tunai Rp 277 ribu, hand phone, dan bungkus rokok yang digunakan  menyimpan pil tersebut. “Saya kapok pakai  obatnya, rasanya tidak enak,” akunya.

Loading...

Tobat sebagai pemakai, Iskandar berganti profesi menjadi pengedar. Sasarannya adalah pemuda di kampungnya. Pil itu dijual dalam paketan kecil yang dihargai Rp 25 ribu per klip. Lalu, dari mana Iskandar mendapatkan pil itu? Pengakuannya, dia mengaku mendapatkan pil  itu dari Ahmad Sadeki, 25, warga Dusun Wijenan Kidul, Desa Singolatren, Singojuruh.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2