Simpan Sabu, Operator Jembatan MB Ditangkap

0
790


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Satuan Reserse Narkoba Polres Banyuwangi meringkus dua pelaku peredaran narkoba jaringan Ketapang. Dua pelakunya, yakni Djoko Yudiarto, 47, warga Perum Villa Sakinah, Kalipuro, dan Abdul Halim, 33, warga  Dusun Selogiri, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, diamankan di Mapolres Banyuwangi.

Dari tangannya, petugas mengamankan masing-masing satu paket sabu 0,32 gram dan 0,48 gram. Keduanya ditangkap di lokasi berbeda malam  kemarin. “Keduanya sudah lama menjadi target operasi polisi. Mereka  dikenal licin dan baru saat ini bisa  ditangkap,” ujar AKP Agung Setyo Budi, Kasatnarkoba Polres Banyuwangi, kemarin.

Penangkapan kedua pelaku di awali keberhasilan polisi dalam mengendus praktik jual-beli sabu yang dijalankan Djoko Yudiarto. Pria yang berdinas di PT. ASDP Ketapang sebagai operator jembatan mobile bridge (MB) itu ditangkap di rumahnya sekitar  pukul 22.00.

Dari tangannya, polisi menemukan satu paket sabu seberat 0,32 gram. Djoko mengaku sabu itu diperoleh dari kenalannya bernama Abdul Halim. Keduanya melakukan transaksi di jembatan Jalan Lingkar  Ketapang. Desa Ketapang, Kalipuro.

Pengakuannya, sabu itu kan digunakan sendiri. Lewat pria bertubuh gemuk itu, polisi mengembangkan jaringan narkoba tersebut. Satu jam kemudian Abdul Halim berhasil di tangkap di sebuah warung kopi di Jalan Lingkar, Dusun Rowo, Desa Ketapang, Kalipuro, sekitar  pukul 23.15.

Dari tangannya, polisi  mengamankan satu paket sabu seberat 0,48 gram. Sabu itu baru saja diambil dari  sebuah warung milik Komang di Jalan Lingkar Ketapang, masuk Desa Ketapang, Kalipuro. Sabu  itu pesanannya yang diranjau oleh  seseorang bernama Bagus yang  juga tinggal di Ketapang.

Agung menuturkan, pihaknya  masih mendalami penangkapan kedua pelaku. Sebab, kuat dugaan masih ada jaringan mereka yang  aktif menjalankan bisnis terlarang  itu. “Keduanya sudah dipantau lama dan bisa jadi ada jaringan lain,” ujarnya. (radar)

Loading...

Kata kunci yang digunakan :

Baca Juga :