Kebutuhan Tenaga Komputer masih Tinggi

0
434

BANYUWANGI- Sebanyak 44 maha-siswa D3 Managemen Informasi (MI) dan S1 Teknologi Informasi (TI) Stikom PGRI Banyuwangi diwisuda kemarin. Bertempat di Gedung Wanita Paramit-ha Kencana Ba nyuwangi, prosesi wi-suda disaksikan oleh Bupati Abdullah Azwar Anas beserta Forum Pimpinan Dae rah Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dalam sambutannya, Ketua Sti-kom PGRI Banyuwangi, H. Chairul Anam memberikan ucapan selamat ke pada para mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya di Stikom PGRI Banyuwangi. Sebagai Perguruan Tinggi berbasis IT, Stikom PGRI telah berhasil memperoleh kepercayaan dari para lulusan SMA/SMK untuk meraih masa de-pan. Ini terbukti dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa terus mening-kat. “Sampai saat ini Stikom PGRI memiliki dua program studi. Yaitu D3 Managemen Informasi dan S1 Teknologi Informasi dan semua-nya sudah terakreditasi oleh BAN PT. Selamat kepada wisudawan MI yang berhasil meraih IPK 3,90 dan TI dengan IPK 3,54,” kata Chairul.

Chairul menjelaskan kebutuhan terhadap sarjana ilmu komputer dirasakan sangat mendesak. Ma-sih banyak perusahaan, industri sektor swasta maupun pemerintah yang belum memiliki tenaga dalam bidang ilmu komputer. Hal ini se-makin penting terutama berkaitan dengan otonomi daerah. Banyak daerah yang berusaha untuk me-ningkatkan pelayanan publik dan teknologi komunikasi dan infor-masi dalam meningkatkan kualitas lembaga-lembaga pendidikan di daerahnya masing-masing.

Dikatakan, kebutuhan tenaga profesi Teknologi Informasi (TI) pada tahun 2020 nanti diperki-rakan minimal sebanyak 60.000 orang. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, setiap tahun lembaga pendidikan komputer harus meng-hasilkan 2.300 ahli TI per tahun, dengan kualitas rata-rata di bawah rata-rata. Dari sisi dunia industri kebutuhan akan tenaga terampil di bidang komputer dirasakan sema-kin meningkat dari tahun ke tahun.

Loading...

Sementara itu, Bupati Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya menyampaikan jika saat ini Pemkab Banyuwangi sedang berusaha mem-buat system IT (Informasi Teknologi) yang terkoneksi antar SKPD sehingga dapat terpantau dengan baik. Misal-nya, Pemkab akan membuat IT untuk Jamkesmas, Jamkesda yang terkonek-si antara Rumah Sakit Umum Daerah dengan Dinas Kesehatan, sehingga pelayanan rumah sakit dapat terpan-tau dengan baik. Selain itu, beberapa problem pendidikan di Banyuwangi akan diselesaikan dengan strategi IT, yakni e-Education dengan tujuan untuk mengatasi keterbatasan ka-pasitas institusi pendidikan dalam menyediakan pendidikan sehingga diharapkan layanan pendidikan akan maksimal.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2