Kepala Dipentung, Perhiasan Amblas

0
371
Kronologi Perampokan.

Perampok Beraksi di Wringinputih

MUNCAR – Aksi pencurian dengan kekerasan menimpa pasangan suami-istri (pasutri) H. Junianto, 56, dan Hj, Supiyati, 52, Kamis (4/5) dini hari kemarin. Rumah pasutri yang tinggal di Dusun Tegalpare, RT 3, RW 5, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar disatroni rampok.

Dalam aksinya, pelaku yang sempat melumpuhkan korban dengan memukul pakai kayu sampai kelenger, berhasil membawa kabur perhiasan berupa kalung dengan berat 30 gram, atau senilai Rp 16 juta.

Juniarto Mengalami Luka Parah.

“Kalung itu dipakai istri korban,” tetang Kapolsek Muncar, AKP Agus Dwi Jatmiko, melalui Kanitreskrim Iptu Eko Darmawan. Aksi perampokan terjadi pukul 01.00. Saat itu, Junianto bersama istrinya Supiati sedang tidur pulas di kamarnya.

Loading...

“Saat kejadian, kondisi di rumah korban sedang sepi, semuanya sedang tidur,” katanya pada Jawa Pos Radar Genteng. Saat itulah, pelaku yang diketahui hanya sendiri itu masuk ke rumah korban dengan cara mencukit jendela dibagian depan.

“Saat masuk ke rumah korban, pelaku itu diduga sudah membawa kayu,” ungkapnya. Suara pelaku yang mencukit jendela, ternyata terdengar oleh Junianto yang sedang tidur. Ada suara berisik di bagian depan, pria yang keseharian sebagai petani itu akhirnya terbangun dan keluar dari kamar. “Ada suara aneh, korban terbangun,” terangnya.

Tanpa banyak pikir panjang, korban langsung keluar kamar dan berjalan menuju ke ruang tamu. Tapi naas, saat berjalan itu dihadang oleh pelaku dan langsung dipukul dengan kayu di bagian kepala hingga bercucuran darah. “Dipukul keras di bagian kepala, korban langsung ambruk,” ungkapnya.

Melihat korban tersungkur di lantai, pelaku langsung masuk ke kamar dan mendatatgi Supiyati yang masih terlelap tidur. Selanjutnya, pria itu menarik kalung emas seberat 30 gram yang di kenakannya.

“Kalung yang dikenakan ibu Supiyati ditarik oleh pelaku,” katanya. Berhasil mendapatkan perhiasan, pelaku kabur lewat jendela yang di buat masuk. Sedang pasutri yang menjdai korban, langsung teriak minta tolong.

Ada teriakan itu, banyak tetangga yang berdatangan. “Ada yang mencoba mengejar tapi kehilangan jejak,” cetusnya. Junianto yang kepalanya penuh dengan darah, oleh warga ditolong dengan dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan.

“Kejadian sekitar pukul 01.00, baru dilaporkan ke polsek sekitar pukul 11.30,” katanya. Dari hasil pemeriksaan saksi dan olah TKP yang dilakukan, terang dia, diduga kuat pelaku ini sudah mengenal korban dan rumahnya.

“Kita masih melakukan penyelidikan, kerugian perhiasan 30 gram atau senilai Rp 16 juta,” ungkapnya. (radar)

loading...