Kinerja BPR Jatim Tumbuh Signifikan

0
435
RAMUAN JITU: Suyitno menggandeng koperasi guna menjangkau UMKM di seluruh pelosok Banyuwangi.
RAMUAN JITU: Suyitno menggandeng koperasi guna menjangkauUMKM di seluruh pelosok Banyuwangi.
RAMUAN JITU: Suyitno menggandeng koperasi guna menjangkau UMKM di seluruh pelosok Banyuwangi.

BANYUWANGI – Menjelang tutup tahun, Bank BPR Jatim Banyuwangi menyampaikan Non Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah sekitar 0,049 persen. Indeks ini menunjukkan jika kredit yang selama ini dikucurkan BPR Jatim Banyuwangi mencapai kinerja baik. “Kemampuan debitur dari sisi fi nansial untuk melunasi pokok dan bunga pinjaman sangat baik,” kata Pemimpin Cabang BPR Jatim, Suyitno.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Suyitno menjelaskan, sebagai salah satu Bank UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), jumlah nasabahnya mendekati 80 persen. Sementara nasabah umum hanya 20 persen. Terobosan yang dilakukan BPR Jatim Banyuwangi untuk memberikan layanan terbaik bagi kelompok usaha skala kecil mikro, termasuk lembaga keuangan skala mikro yang ada di wilayah kerjanya, tampaknya patut ditiru.

Loading...

Salah satunya adalah merangkul koperasi yang ada di Banyuwangi. Sadar jika nasabahnya sebagian besar kelompok usaha mikro yang tersebar merata hingga ke pelosok-pelosok, BPR Jatim menggandeng koperasi. Hasilnya pun cukup efektif. Kinerja usahanya langsung terdongkrak. “BPR Jatim saat ini hanya memiliki satu kantor cabang, dua Kantor Pelayanan Kas (KPK) di Rogojampi dan Giri, serta satu unit mobil kas keliling.

Oleh karena itu perlu strategi khusus untuk menjangkau seluruh Kabupaten Banyuwangi, yaitu menggandeng koperasi,” kata Suyitno.  Suyitno mengakui, kerjasama dengan lembaga koperasi berhasil mendongkrak kinerja usahanya. Jika pada Desember 2011 aset mencapai Rp33,080 miliar, pembiayaan yang disalurkan sebesar Rp31,164 miliar dan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp24,298 miliar, maka pada minggu ketiga Juli 2012, asetnya tumbuh menjadi Rp.45,326 miliar, kredit yang disalurkan sebesar Rp. 40,560 miliar dan DPK menjadi Rp. 35,442miliar.

“Laba yang dicapai, jika pada akhir 2011 tercatat sebesar Rp. 1,485 miliar, maka pada pekan ketiga Juli sudah tercapai Rp1,285 miliar. Pencapaian ini sudah melampaui target anggaran 2012 yang ditetapkan tumbuh 20%. Sehingga, kami yakin dengan semakin bertambahnya jumlah koperasi yang bergabung ke kami, kinerja kami tahun ini akan tumbuh lebih besar lagi,” ungkapnya. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2