Banyuwangi, Jurnalnews.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus memperkuat pembangunan kampung perikanan budidaya melalui peningkatan kapasitas SDM. Bentuk sinergi antara Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) dan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM KP (BPPSDMKP) diwujudkan melalui Pelatihan Budidaya Lele dan Nila Bioflok Tematik yang digelar BPPP Banyuwangi.
Pelatihan tersebut berlangsung selama 4 hari, mulai Sabtu, 29 November hingga Selasa, 2 Desember 2025, dengan peserta berjumlah 90 orang yang merupakan perwakilan pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP), serta anggota peternak lele se-Jawa Timur.
Program ini bertujuan memastikan bantuan unit bioflok yang diberikan pemerintah dapat dikelola secara profesional, berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha budidaya ikan.
Hadir dalam pembukaan, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Dr. Tb. Haeru Rahayu, Kepala BPPSDMKP Dr. I Nyoman Radiarta, dan Kepala Pusat Pelatihan KP Dr. Lilly Aprilya Pregiwati. Selain itu, sejumlah pejabat UPT lingkup KKP, Dinas Perikanan Banyuwangi, BSI Banyuwangi, serta perwakilan Shrimp Club Indonesia (SCI) Banyuwangi turut mendukung jalannya kegiatan.
Dalam sambutannya, Dirjen Tb. Haeru menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan program berbasis APBN.
“APBN ini uang titipan rakyat. Kami harus memastikan uang itu dipakai dengan baik, jangan sampai mangkrak. Dari sisi teknis kami siapkan, Pak Nyoman menyiapkan dari sisi SDM-nya, supaya semuanya berjalan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa sasaran utama pelatihan ini adalah percepatan pertumbuhan ekonomi pembudidaya. “Harapannya kita ingin secepatnya meningkatkan kesejahteraan pembudidaya, gak pake lama,” tegasnya.
Sementara itu, peserta pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi. Agus Dwiono (57), pengawas KKMP Kecamatan Rembang, Blitar, mengaku bersyukur bisa mendapat kesempatan meningkatkan ilmu budidaya.
“Alhamdulillah, tidak semua orang dapat kesempatan seperti ini. Sepulang dari sini, saya ingin mengembangkan budidaya secara bioflok agar lebih efisien,” katanya.
Hal senada disampaikan Ahmad Hendro (43), anggota KDMP Desa Bulurejo, Tulungagung. Ia berharap pelatihan ini dapat membangkitkan kembali usaha budidayanya yang sempat vakum.
“Saya sangat senang ikut ini. Saya tambah semangat baru untuk budi daya ikan lagi, mendukung penyediaan program MBG dan melayani SPPG di daerah saya,” ujarnya bersemangat.
Dengan pelatihan ini, KKP berharap pemanfaatan bantuan bioflok di 100 titik koperasi Merah Putih dapat berjalan optimal dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat perikanan di Jawa Timur. (Venus Hadi)







