Makam Angeline Banyak Dikunjungi Warga

0
530

GLENMORE – Almarhum Angeline yang meninggal dunia di usia delapan tahun karena diduga dianiaya di Bali ternyata menyedot perhatian warga. Makamnya di kompleks tempat pemakaman umum (TPU) Desa Tulungrejo,  kecamatan Glenmore, Banyuwangi, banyak  didatangi warga kemarin (17/6).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Jenazah Angeline yang baru tiba di rumah neneknya di Dusun Wadung Pal, Desa Tulungrejo, langsung dimakamkan Selasa malam lalu (16/6). Sejak itu makamnya ramai dikunjungi warga. Peziarah ada yang sengaja datang ke tempat pemakaman itu untuk berdoa.

Hanya, juga ada diantara warga yang datang itu untuk sekadar melihat-lihat dan memotret makam Angeline. Mereka yang datang berziarah bukan hanya warga sekitar Kecamatan Glenmore, tapi juga ada dari daerah lain. “Tadi  malam (kemarin malam) lihat di TV, di koran juga ada, saya ingin lihat,” cetus Budiyanto, 40, salah satu pegawai swasta yang mengaku dari Kecamatan Genteng.

Budiyanto mengaku datang ke lokasi makam Angeline sebagai bentuk simpati. Apalagi, bocah itu meninggal dengan cara yang tragis. “Ini kasus besar, Angeline  menjadi korban kekerasan terhadap anak,” katanya. Untuk membantu warga agar tidak kepanasan saat ziarah ke makam Angeline, hingga kemarin (17/6)  tenda yang ada di makam sengaja tidak dibongkar.

Sejumlah karangan bunga masih ada di sekitar makam tersebut. “Tenda akan kita pasang sampai tujuh hari pemakaman,” cetus Kepala Desa (Kades)  Tulungrejo, Widi Purnomo. Menurut Widi, sampai kemarin  sore warga yang datang ke makam Angeline terlihat banyak yang berdatangan.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2

Baca :
Kecelakaan Beruntun, Mobil Tabrak Lima Pemotor di Sempu