Manfaatkan Internet untuk Mencari Literatur Tambahan

0
378
Endah Kusuma Wardani
Endah Kusuma Wardani

Start apik sudah dilakukan Endah Kusuma Wardani, 23, untuk mewujudkan cita-cita menjadi seorang bidan. Dara yang beralamat di jalan Ikan Kerapu 37, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi, ini sukses meraih predikat lulusan terbaik Program Studi D-III Kebidanan Stikes Banyuwangi.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

TERLAHIR dari orang tua yang bergelut di dunia kesehatan, tak ayal membuat Endah Kusuma Wardani tertarik menggeluti bidang serupa. Sejak kecil, bungsu tiga bersaudara putri pasangan Dwi Susilo, 60, dan Sutiati, 60, itu pun bercita-cita menjadi seorang bidan.

Bak gayung bersambut, gadis yang karib disapa Endah, itu ternyata mendapat support penuh dari kedua orang tuanya untuk mengejar cita-cita mulia tersebut. Nah, untuk mengejar “mimpi” menjadi seorang bidan, begitu lulus dari SMA Negeri 1 Glagah, Endah memilih melanjutkan studi di Stikes Banyuwangi. Tidak ingin menyia-nyiakan dukungan dari orang-orang terdekat, Endah pun berusaha memberikan yang terbaik.

Caranya, dia giat membaca buku-buku tentang kesehatan plus rajin kuliah. Tidak hanya itu, semua tugas dari dosen berusaha dia kerjakan dengan baik. Ketekunan dan kerja keras lajang yang satu ini ternyata berbuah manis. Dalam sidang
senat terbuka XVII Wisuda S-1 Keperawatan yang dirangkai dengan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Profesi Ahli Madya Keperawatan dan Ahli Madya Kebidanan Stikes Banyuwangi, Sabtu (3/11), Endah berhasil sebagai lulusan terbaik program studi (prodi) D-III Kebidanan.

Loading...

Tidak tanggung-tanggung, Index Prestasi Kumulatif (IPK) perempuan yang hobi musik dan menyanyi, ini nyaris bulat. Tepatnya 3,83. “Benar-benar surprise. Saya tidak menyangka bisa menjadi lulusan terbaik pada prodi D-III Kebidanan Stikes Ba nyuwangi tahun ini,” ujarnya Endah mengaku tidak punya kiat khusus selama mengenyam pendidikan di sekolah tinggi yang merupakan “jelmaan” Akademi Keperawatan (Akper) Blambangan, tersebut.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2