Marak Pengiriman Janur ke Bali, Produktivitas Kelapa Turun 78 %

0
1993

Artinya, setiap satu tandan bakal bunga yang terpotong, maka dipastikan bakal bunga tersebut gagal berkembang menjadi buah kelapa. Padahal, satu tandan rata-rata bisa menghasilkan sepuluh buah kelapa.

Ironisnya, maraknya perdagangan janur itu memicu aksi pencurian oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab. Ironisnya lagi, si pencuri  mengambil janur secara ngawur. Janur yang diambil tidak hanya satu tandan per pohon, tetapi diambil seluruhnya dengan cara memenggal ujung atas pohon kelapa. Akibatnya, pohon kelapa tidak hanya mengalami penurunan produksi, tetapi akan mati.

Versi Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arief Setiawan, dalam sehari rata-rata ada 40 pikap yang mengangkut janur dari Banyuwangi menuju keluar daerah. “Bisa dibayangkan berapa tanaman kelapa yang rusak kalau pengambilan janur tidak sesuai dengan mekanisme,” ujarnya beberapa hari lalu (8/8).

Loading...

Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan dan Hortikurtura Dinas Pertanian, Muhammad Khoiri, menambahkan maraknya komersialisasi janur asal Banyuwangi sudah terjadi sejak sekitar 12 tahun terakhir.

Padahal, Banyuwangi sebenarnya sudah memiliki peraturan daerah (perda) untuk melindungi tanaman kelapa di kabupaten ini, yakni Perda Nomor 8 Tahun 1973 dan terakhir diperbarui dengan Perda Nomor 5 Tahun 1996.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | ... | Next → | Last