Markanti, Pemulung yang Ingin Anaknya Sekolah Sampai Sarjana

0
758
Santi menuntun sepeda pancal muatan barang bekas Jl MT Haryono. Sementara, Surya duduk di atas tumpukan barang-barang rongsokan.
Santi menuntun sepeda pancal muatan barang bekas Jl MT Haryono. Sementara, Surya duduk di atas tumpukan barang-barang rongsokan.

Markanti alias Santi, 40, seorang pemulung yang gigih ingin terus menyekolahkan anaknya. Meski kakinya harus menahan sakit akibat asam urat, Santi tidak kenal lelah mencari barang bekas untuk dijual ke pengepul.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

KRIDA HERBAYU, Banyuwangi

Botol bekas minuman kemasan mungkin tidak ada artinya bagi sebagian orang. Namun, barang bekas itu sangat bernilai bagi Santi. Meski dengan segala keterbatasannya, Santi yang tinggal di Lingkungan Ujung, Kelurahan Kepatihan itu tetap bersemangat mencari botol bekas yang berserakan di pinggir jalan.

Semangatnya tersebut termotivasi oleh anak bungsunya, Surya Wijaya, 12. Santi rela setiap hari mencari barang bekas dengan menggunakan sepeda ontel tua miliknya demi mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Serta harus berjuang keras membiayai sekolah Surya.

Impitan ekonomi terpaksa membuat Santi mengajak anaknya bekerja mencari barang bekas keliling Banyuwangi. Upah suami Santi yang bekerja sebagai buruh serabutan di Bali ternyata belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga kecilnya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last