Memasuki Puncak Kemarau, Ribuan Warga Terdampak Kekeringan

0
113
Foto: Timesindonesia

BANYUWANGI – Memasuki puncak musim kemarau, 26 ribu warga Banyuwangi yang tersebar di 16 desa dari 4 kecamatan terancam terdampak kekeringan dan kesulitan air bersih.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dilansir dari Timesbanyuwangi, keempat Kecamatan tersebut yakni Wongsorejo, Tegaldlimo, Bangorejo, dan Tegalsari.

“Kekeringan di Banyuwangi tidak masuk kategori ekstrim. Secara umum, ketersediaan air bersih untuk masyarakat masih cukup,” kata Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Eka Muharram, Selasa (10/9/2019).

Sementara pihak BPBD sendiri telah memberikan bantuan air bersih ke beberapa wilayah yang terdampak kekeringan tersebut. Terutama bagi desa yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk konsumsi.

Disisi lain, BMKG telah meminta masyarakat di sejumlah kecamatan terdampak kekeringan agar mewaspadai bencana kekeringan yang lebih ekstrim selama puncak musim kemarau.

Prakirawan BMKG, Dita Purnamasari mengatakan, sejak Agustus sampai akhir September nanti, hampir seluruh wilayah Indonesia termasuk Banyuwangi dan daerah sekitar memasuki puncak kemarau.

“Di Banyuwangi ada 6 kecamatan yang berpotensi tinggi terjadi kekeringan dan kesulitan air bersih,” katanya.

“Yang berpotensi kekeringan Banyuwangi Utara dan Selatan. Ini suhunya bisa 31-32 derajat celcius. Sedangkan pada musim penghujan nanti yang harus waspada adalah wilayah bagian barat,” imbuhnya. (KabarBanyuwangi)

Loading...

[AWPCPRANDOMLISTINGS limit=1]