Menhub Minta ASDP Buka Tol Laut BWI-Lombok

0
415

SEMENTARA itu, ketika berada di Ketapang, Menhub Budi Karya Sumadi meminta agar pihak ASDP segera membuka jalur tol laut Banyuwangi – Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) menggunakan kapal roro.  Hal ini perlu dilakukan mengingat jumlah angkutan barang dari Banyuwangi menuju Bali maupun Lombok sudah sangat averload.

Harapannya, jika tol laut Banyuwangi – Lombok sudah dibuka, overload kendaraan khususnya kendaraan pembawa barang bisa terurai. “ASDP harus memikirkan tentang penyeberangan laut Banyuwangi – Lombok. Jangan penyeberangan Banyuwangi – Bali saja yang dioptimalkan,” pinta Budi Karya didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas di Pelabuhan ASDP Ketapang, kemarin.

Tidak hanya untuk mengurangi overload kendaraan barang yang menyeberang, jika nanti jalur laut Banyuwangi – Lombok sudah dibuka, akan mengurangi risiko kerusakan jalan utamanya di Bali. Sebab. dari pantauannya sejauh ini, pengiriman barang dari Jawa lebih banyak menuju NTB ketimbang yang menuju Bali.

“Kalau lewat laut kan lebih efisien juga bagi sopirnya. Cukup satu kali berlayar, ongkos tentunya lebih murah,” tandasnya.  Terkait untuk mengurangi kerusakan jalan, pengoptimalan jembatan timbang juga perlu dilakukan. Jembatan timbang nantinya akan diambil oleh pusat agar segi pengawasan kendaraan yang melintas bisa lebih terkontrol dengan baik.

“Jembatan timbang itu fungsinya bukan untuk meraup APBD saja, tapi lebih berfungsi sebagai pengendali kendaraan mana saja yang boleh melintas dan tidaknya. Peran jembatan timbang harus dipertegas agar tidak banyak jalan yang rusak,” tambahnya.

Ke depan, Menhub meminta agar ASDP lebih mengoptimalkan Pelabuhan ASDP Ketapang menjadi pelabuhan khusus penumpang saja. Sementara untuk kendaraan pengangkut barang yang menuju Bali lebih menggunakan jalur tol laut yang saat ini sudah dibuka seperti Surabaya – Lombok maupun sebaliknya.

“Meski diutamakan untuk penumpang, tapi di Ketapang tetap harus ada pelayanan pelayaran untuk kendaraan barang. Hanya saja penumpangnya yang lebih diutamakan,” terangnya. Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk merupakan pelabuhan penyeberangan tersibuk kedua di Indonesia setelah Pelabuhan Merak- Bakauheni. Beberapa kemacetan panjang juga pernah terjadi di Pelabuhan Ketapang saat momen hari besar tiba.

“Tol laut dengan kapal roro Surabaya – Lombok sudah dibuka dan menurut saya pelayanan dan fungsinya sudah berjalan dengan baik. Tol laut Banyuwangi – Lombok perlu juga segera dibuka,” pungkasnya.  General Manajer (GM) PT. Indonesia Ferry (Persero) ASDP Ketapang. M. Yusuf Hadi melalui Manajer Usaha Ardhi Ekapati sangat mendukung rencana tol laut Banyuwangi – Lombok ini jika memang tujuannya untuk memperlancar perekonomian.

Untuk jumlah kendaraan berat dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk memang setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah dengan persentase peningkatan mencapai 1-2 persen per tahunnya. “H-7 sampai H+2 Lebaran kemarin saja ada sekitar 4.000 kendaraan berat yang kami seberangkan,” kata Ardhi.

Meski jumlah kendaraan barang yang menyeberang selalu mengalami peningkatan, namun sejatinya ASDP Ketapang tidak mengalami kewalahan. Selain karena banyaknya kapal yang beroperasi, saat ini untuk jumlah trip kapal juga sudah mengalami peningkatan. Yang awalnya hanya melayani 8 trip per hari saat ini sudah mencapai 9 trip per kapal dalam sehari.

“Kita lihat sendiri saat ini. kondisi Ketapang terpantau lancar meski saat ini sudah H-1 tahun baru,” tandasnya. Mengenai prasarana di Pelabuhan Ketapang jika tol laut Banyuwangi-Lombok ini dibuka, ASDP Ketapang akan menyiapkan dermaga mobile bridge (MB) sebagai tempat sandarnya kapal roro yang melayani rute Banyuwangi – Lombok.

Sementara untuk prasarana kapal, ASDP akan menyiapkan kapal dengan berkekuatan mesin 5.000 CRT dengan daya tampung kapal mencapai 80-100 kendaraan campur. “Kepastiamtya kapan masih belum bisa kami sampaikan Akan kami konsep dulu semuanya,” pungkasnya (radar)

Loading...


Kata kunci yang digunakan :