Angin Kencang di Selat Bali, Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Sempat Ditutup

  • Bagikan

BANYUWANGI – Pelabuhan Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk sempat ditutup menyusul angin kencang di Selat Bali, Kamis (2/8/2018).

Penundaan penyeberangan ini berlangsung lebih 4 jam. Imbas penundaan penyeberangan ini, antrean kendaraan menuju pelabuhan Ketapang mencapai 3 Km.

Penundaan penyeberangan dimulai sejak pukul 10.30 WIB dan dibuka 15.45 WIB. Angin kencang di Perairan Selat Bali mencapai 30 knot. Ini membahayakan kapal yang melayani penyeberangan Jawa-Bali.

“Sempat kita tunda operasional penyeberangan ini. Ini sangat membahayakan penyeberangan,” ujar Eka Cakrawala, Kepala Kantor Unit Penyelenggara Penyebrangan (KUPP) Ketapang di Pelabuhan ASDP Ketapang.

Hingga pukul 15.00 WIB, angin kencang terus melanda Selat Bali. Kecepatan angin menurun menjadi 25 knot. “Beberapa hari ini memang agak sedikit ekstrim. Tiba-tiba angin kencang di sekitar Selat Bali ini,” tambahnya.

Penundaan penyebrangan ini mengakibatkan antrean panjang menuju Pelabuhan Ketapang. Kendaraan didominasi dengan kendaraan berat, seperti truk pengangkut sembako dan alat berat. Selain itu juga ada kendaraan kecil seperti roda dua dan roda empat.

“Kami mohon pengertian kepada pengguna jasa penyeberengan untuk bersabar. Jika cuaca mereda kita kembali akan cabut penundaan penyeberangan,” pungkasnya.

Made Sutrisna (34), salah satu pemilik angkutan mengaku sudah 2 jam lebih menunggu pembukaan penyeberangan ini. Made mengaku mengerti dan memahami penundaan penyeberangan demi keselamatan penyebrangan.

“Ya agak capek nunggu. Tapi demi keselamatan tidak apa-apa,” ujarnya.

Baca :
184 Desa di Banyuwangi Rawan Banjir Jelang Musim Hujan, BPBD Imbau Waspada
  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: