Mensos: Bantuan Jangan Dihabiskan untuk Lebaran

0
392

Mensos Khofifah Kunjungi Warga Miskin Kalibaru

KALIBARU – Menteri Sosial (Mensos) RI, Khofifah Indar Parawansa mengunjungi warga miskin yang ada di wilayah Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, kemarin sore (11/6). Dalam acara itu, menyerahkan secara simbolik bantuan sosial non-tunai Program Keluarga Harapan (PKH) kepada 350 keluarga penerima manfaat (KPM) dan 10 siswa berprestasi.

Dalam acara yang juga dihadiri Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas di kantor Kecamatan Kalibaru itu, Mensos Khofifah mengatakan bantuan yang disalurkan itu bentuk komitmen dan kerja nyata pemerintah dalam membantu warga yang kurang mampu.

“Bantuan ini untuk keluarga kurang mampu, ibu hamil untuk perbaikan gizi, dan bantuan untuk biaya sekolah anak kurang mampu,” ujarnya. Khofifah berharap setelah bantuan yang pencairannya melalui bank itu diterima, bisa digunakan dengan baik sesuai program yang dicanangkan pemerintah.

Loading...

“Kalau uangnya cair jangan digunakan untuk membeli barang atau kebutuhan konsumtif, jangan dihabiskan untuk Lebaran,” pintanya. Menurut Khofifah, para KPM yang menerima bantuan ini sudah mengetahui tujuan dan penggunaannya. Malahan, dirinya sudah menemui dan komunikasi secara langsung.

“Ini untuk support anak sekolah dan bantuan gizi bagi ibu hamil,” jelasnya. Terkait kemungkinan penyelewengan penggunaan bantuan di luar ketentuan, Mensos Khofifah mengungkapkan itu sudah diantisipasi melalui para pendamping yang ada.

“Ada pendamping yang tugasnya memberikan edukasi terus menerus kepada KPM,” ucapnya. Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas dalam sambutannya mengungkapkan Pemkab Banyuwangi memiliki program untuk mendukung program PKH itu, salah satunya dengan membentuk UGD kemiskinan.

“Kami telah membentuk UGD Kemiskinan, itu merupakan payung dari program kemiskinan kami,” ucapnya. Untuk melengkapi program PKH, Pemkab Banyuwangi juga mengembangkan program inovatif dalam mendukung pengentasan kemiskinan yang berbasis pada ketepatan dan kecepatan respon.

“Dalam UGD Kemiskinan, setiap aduan masyarakat mulai rumah yang tidak layak huni, butuh bantuan kebutuhan primer, kesehatan, hingga anak-anak putus sekolah harus diselesaikan dengan cepat,” jelasnya.

Tidak hanya itu, bupati juga menyampaikan program yang dicanangkan pemerintah pusat dan didukung program daerah berjalan sinergis. Sehingga, itu telah berhasil menekan angka kemiskinan di Banyuwangi dari waktu ke waktu.

“Berkat program-program yang sinergis dengan pusat, kini angka kemiskinan di Banyuwangi menurun lagi menjadi 8,79 persen,” tegasnya. (radar)

loading...