Pakai Finger Print, PNS Pemkab Tak Bisa Titip Absen Lagi

  • Bagikan

BANYUWANGI – Hari pertama-masuk kerja ditahun 2016 kemarin (4/1) menjadi momentum jajaran Pemkab Banyuwangi untuk meningkatkan kedisiplinan seluruh pegawai. Pemerintah daerah di ujung timur Pulau Jawa ini memberlakukan presensi karyawan menggunakan mesin finger print.

Mesin tersebut digunakan untuk mengganti sistem presensi berbasis barcode. Mesin presensi finger print adalah mesin untuk mencatat data kehadiran karyawan dengan media sidikjari. Dengan demikian, karyawan tidak bisa “titip absen” kepada orang lain.

Mesin presensi tersebut ditempatkan di dua lokasi strategis di kantor Pemkab Banyuwangi. Satu unit mesin ditempatkan di sisi utara gedung utama kantor pemkab, sedangkan satu unit mesin yang lain ditempatkan di sisi selatan gedung.

Kepala Bagian (Kabag) Organisasi, Budi Santoso, mengatakan pemanfaatan mesin finger print bertujuan menertibkan presensi para pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Sehingga, para PNS lebih disiplin melakukan presensi sebelum dan sesudah masuk kerja.

Dijelaskan, setiap hari mesin finger print tersebut dioperasionalkan mulai pukul 06.00 untuk mencatat kehadiran karyawan. Persensi sore dilakukan mulai pukul 15.30 sampai 16.30. “Untuk absensi pagi, PNS tidak dibatasi karena saat mereka melakukan absen, secara otomatis pemerintah akan tahu jam berapa mereka hadir di kantor,” jelasnya.

Menurut Budi, mesin finger print tersebut sebenarnya sudah pernah dioperasikan beberapa waktu lalu. Namun, lantaran terjadi kendala, akhirnya pencatatan presensi PNS dilakukan dengan menggunakan mesin barcode.

“Tetapi, seiring dengan pemberlakuan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) bagi setiap PNS, secara otomatis harus diikuti kinerja yang baik dan disiplin yang tinggi, salah satunya dengan presensi ini,” ujarnya.  Persensi finger print ini, kata Budi, sementara masih diberlakukan di lingkungan Sekretariat Pemkab Banyuwangi.

Selanjutnya, presensi finger print juga akan diterapkan di seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lain. “Ditargetkan, pada triwulan pertama 2016 semua SKPD sudah menggunakan presensi finger print. Dengan begitu, tingkat kedisiplinan PNS di Banyuwangi akan semakin baik,” pungkasnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: