Pantai Lampon; Perpaduan Tempat Wisata dan Latihan Perang

0
1114

SETELAH dari Pantai Rowo Biru, Kecamatan Siliragung, tim ekspedisi jelajah mengunjungi Pantai Lampon di Desa/Kecamatan Pesanggaran. Selain terkenal sebagai tempat wisata, pantai tersebut juga sering digunakan Marinir berlatih perang.

Menuju pantai ini jika bergerak dari kota Jajag, Kecamatan Gambiran, terus saja ke arah selatan sampai Desa Sanggar, Kecamatan Pesanggaran. Jarak tempuh yang harus dilewati dengan perjalanan darat sejauh kurang- lebih 30 Km.

Sesampai di dekat pantai, laut yang ada di Pantai Lampon sudah bisa dilihat dari pinggir jalan. Di pintu masuk menuju Pantai Lampon juga tertera bahwa di sana adalah daerah latihan intai Amlibi Marinir TNI AL. Namun, saat kami mengunjungi Pantai Lampon beberapa waktu lalu tidak ada aktivitas para Marinir yang latihan di sana.

Kami pun memilih untuk pergi lebih jauh ke bibir pantai Pasir hitam terhampar sangat luas di sepanjang Pantai Lampon ini. Saat kanti ke sana, angin yang berembus sangat begitu sangat besar. Sehingga membuat deburan ombak dari tengah laut bertambah besar.

Kami pun memilih umuk lebih menjauh dari air demi keselamatan bersama. Meski ombak lumayan besar, namun tidak sampai membuat warna air laut yang ada di Pantai Lampon menjadi keruh. Warna air laut tetap berwarna biru muda dan bersih.

Hal ini menjadi daya tarik pemandangan tersendiri bagi para pengunjung yang datang di Pantai Lampon. Warna biru laut di Pantai Lampon sangat memanjakan mata wisatawan.  Ombak yang ada di pantai ini juga memang tampak begitu sangat besar.

Tidak jarang, ombak-ombak yang datang dari tengah laut menghantam bebatuan besar yang terdapat di Pantai Lampon. Di Pantai Lampon memang terdapat satu buah batu paras besar yang berdiri di Pantai Lampon. Sepertinya, batu tersebut adalah baru bekas fondasi dari benteng penahanan pada zaman perang dulu.

Batu besar yang ada di laut Pantai Lampon ini terlihat sangat bagus jika diambil dalam sebuah jepretan kamera. Kami pun menoba naik ke atas batu untuk berpose bersama di atas batu. Namun, pada adrenaline yang cukup untuk dapat naik ke atas batu.

Sebab. debutan ombak pastinya menghantam batu tersebut dengan kuat yang dapat membuat Jantung berdetak kencang.  Di sekitar Pantai Lampon juga banyak jenis terdapat tumbuhan pantai yang dapat kita jumpai. Sebut saja pohon kelapa, palem laut dan lain sebagainya.

Namun. yang mendominasi tanaman di sekitar Pantai Lampon adalah pohon kelapa. Banyaknya pohon kelapa dan palem laut yang ada di pantai ini bisa kami gunakan sebagai tempat berteduh karena memang pada saat kami ke sana panas begitu menyengat.

Setelah berjalan-jalan di sekitar pantai, kami yang beranggota Pemred JP~RaBa Bayu Saksono, Wapemred Syaifuddin Mahmud, Kabiro Genteng Agus Baihaqi, pemasaran Gerda Sukarno, Thomy Sila, Wahyu Nugroho, Eko Budiyono fotografer Rendra Des Kurnia, serta wartawan Ali Nurfatoni dan Taufik Ferdiansyah, memilih bersantai di bawah pohon sambil menikmati pemandangan laut yang sangat biru.

Angin semilir saat kami berada di bawah pohon sangat begitu kami rasakan.  Sadar akan pantai yang akan kami kunjungi masih banyak, kami pun menyudahi untuk menikmati suasana alam di Pantai Lampon. Tim ekspedisi jelajah pun melanjutkan perialanm ke selatan untuk menuju pantai yang saat ini sangat populer. yakni Pulau Merah. (radar)