Pasutri TKI Disiksa di Arab

0
649

Kerja 27 Bulan Tanpa Digaji


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

WONGSOREJO – Penyiksaan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI) kembali terjadi. Kali ini menimpa pasangan suami istri (pasutri), Triyanto Basuki dan Lugiyati, warga Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo. Pasutri itu bekerja sebagai sopir dan pembantu rumah tangga di Arab Saudi.

Selama beberapa bulan ini, kabarnya Lugiyati disiksa majikan. Anehnya, dia disiksa tanpa tahu apa kesalahannya. Adik ipar Triyanto, H. Rusdi menyebutkan, beberapa hari lalu kakaknya menghubunginya. Dalam pembicaraan singkat melalui telepon itu, kakaknya mengaku mendapat perlakuan kasar dari majikan.

Perlakuan kasar yang dialami Triyanto tidak seberapa, tapi yang dialami istrinya sangat menyakitkan. Rusdi menjelaskan, kakak iparnya berangkat ke Arab Saudi pada tahun 2010. Kontrak kerjanya hanya dua tahun. Seharusnya, kata dia, kakaknya sudah kembali ke Tanah Air pada 1 Januari 2012 karena kontrak kerjanya sudah habis.

Nyatanya, Triyanto dan Lugiyati tidak bisa pulang karena tidak diizinkan majikan. Alasannya, mereka masih memiliki utang. Nah, karena tidak bisa pulang, Triyanto dan Lugiyati terpaksa tetap tinggal bersama majikan. Sesuai perhitungan sang majikan, kontrak kerja Triyanto dan Lugiyati baru berakhir 13 April 2012. “Kakak saya sudah bekerja di Arab Saudi selama 27 bulan, padahal kontraknya hanya 24 bulan,” bebernya.

Dalam pembicaraan telepon itu, ungkap Rusdi, Triyanto mengungkapkan bahwa selama 27 bulan bekerja di sana hanya mendapat gaji selama 21 bulan. Yang enam bulan tidak mendapat gaji. Dalih majikan, karena Triyanto memiliki utang. Selain tidak mendapatkan gaji, istri Triyanto juga mengalami penyiksaan luar biasa.

Mendengar cerita tragis kakaknya, Rusdi dan keluarga sangat resah. Dia khawatir Triyanto dan istrinya akan melakukan perlawanan. Jika sampai melawan, Rusdi khawatir terjadi persoalan lebih besar. “Saya khawatir, jika mendapat penyiksaan terus-menerus akhirnya mereka melawan,” tuturnya.

Pihak keluarga mengaku sudah menghubungi persatuan TKI di Arab Saudi. Rusdi juga sudah minta bantuan agar saudaranya itu segera dipulangkan ke Indonesia sebelum terjadi sesuatu yang tak diinginkan. “Bekerja tidak digaji, masih mendapat penyiksaan juga,” sesal Rusdi. (radar)