Pedagang tak Berani Kulakan

0
185

pedaganggBANYUWANGI – Lonjakan harga bawang putih ternyata tidak hanya membuat kalangan konsumen galau.  sebaliknya, kalangan pedagang pun mengalami kegalauan serupa. Sebab, para pedangang tak berani  kulakan lantaran takut sewaktu-waktu harga bawang putih anjlok. Sugiono, 33, seorang pedagang bumbu di pasar banyuwangi mengatakan, stok bawang putih miliknya hanya 60 Kilogram (Kg).


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Padahal, dalam sehari, rata-rata bawang putih yang berhasil dia jual berkisar 15 Kg sampai 20 Kg “Meskipun harga bawang putih mahal, yakni Rp 75 ribu per Kg, tapi permintaan konsumen tetap tinggi,” ujarnya kemarin (13/3). Dengan rata-rata penjualan mencapai 15 Kg sampai 20 Kg per hari, berarti stok bawang yang dimiliki Sugiono hanya cukup untuk memenuhi permintaan konsumen selama tiga sampai empat hari mendatang.

“Saya tidak berani menyetok bawang putih lagi. Sebab, saya khawatir harga bawang putih tiba-tiba anjlok, sehingga saya akan rugi,” paparnya. Menurut Sugiono, berdasar pengalaman bertahun-tahun berdagang bumbu, biasanya harga bawang putih tidak turun se cara bertahap melainkan langsung anjlok hingga ke kisaran harga normal, yakni Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu per Kg. “Kalau seperti itu, bisa-bisa saya rugi besar,” paparnya.

Karena itu, Sugiono berharap harga bawang putih segera turun sebelum stok yang dia mi liki habis. “Mudah-mudahan harga bawang putih segera turun. Kalau terus-terusan mahal seperti saat ini (kemarin), tentu rakyat kecil seperti kami yang paling merasakan dampaknya,” harapnya. Seperti  iberitakan, harga Har ga bawang putih kian menggila di Banyuwangi dan Situbondo. Di Banyuwangi, har ga bawang putih sudah mencapai Rp 75 ribu per Kilogram (Kg) pada Selasa (12/3). Di Si tubondo harganya lebih gila lagi, yakni sudah menembus Rp 100 ribu per kg. (radar)

Loading...