Pelajar SMA Diduga Jadi Penadah

0
404

pelajarSRONO – Diduga terlibat jaringan sindikat pencurian sepeda motor (curanmor), AD, 17, seorang pelajar setingkat SMA di Kecamatan Srono, berurusan dengan polisi. Kemarin Warga Dusun Sukomukti, Desa Kebaman, Kecamatan Srono, itu masih menjalani pemeriksaan. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, pelajar kelas XII itu ditangkap polisi di rumahnya Minggu malam lalu (20/1).

Pelajar yang ditinggal pergi kedua orang tuanya itu diduga menjadi penadah motor curian. Ceritanya, dua teman AD diketahui mengembat motor merek Suzuki Satria FU milik Hariyadi, warga Dusun Srono, desa setempat. Namun, usaha dua pelaku tersebut digagalkan sendiri oleh korban. Pada saat itu, dua pelaku yang mengendarai Kawasaki Blizt nyaris lolos. Tetapi, dua pelaku itu berhasil dikejar korban dan salah satunya jatuh ke tepi jalan. Namun demikian, kedua pelaku tetap tidak tertangkap karena akhirnya kabur.

Tetapi, motor hasil curian ditinggal di tepi jalan. Kini, dua pelaku yang diketahui asal Kecamatan Muncar dan Jember itu masih buron. Kemudian, polisi mencurigai keterlibatan pelajar tersebut. Sebab, dua pelaku sempat mampir di rumah AD sekitar pukul 16.30. Polisi pun menggeledah isi rumah AD yang hanya tinggal seorang diri itu. Walhasil, aparat menemukan sebuah motor Yamaha Jupiter MX. Usut punya usut, sepeda motor tanpa nopol itu baru saja dititipkan dua pelaku yang notabene rekan AD. Namun, hingga kini belum diketahui siapa pemilik motor warna hitam itu.

Kapolsek Srono AKP Jodana Gunadi menuturkan, sepeda motor tersebut masih belum jelas. Pihaknya akan menelusuri siapa pemiliknya. ‘’Pemilik sepeda motor masih kita lacak,” katanya di markasnya kemarin. Kapolsek Jodana sudah menetapkan dua rekan AD dalam daftar pencarian orang (DPO). ”Karena kasus ini masih belum ada titik terang, pelajar itu sementara kita tetapkan sebagai saksi. Jika nanti memang benar terlibat, kita akan naikkan menjadi tersangka,” tandasnya. Dikonfi rmasi terkait hal itu, AD tidak menampik bahwa dirinya dititipi sepeda motor dua rekannya itu. Selain itu, dia juga mengaku tahu bahwa barang tersebut hasil curian. ‘’Katanya hasil mencuri di Sukonatar,” katanya.

Baca :
Korban Investasi Bodong Rp 4,6 Miliar di Banyuwangi Terus Bertambah

Dia mengaku sudah lama menjalin pertemanan dengan kedua pelaku. Meski begitu, dia hanya mengaku sekali menerima titipan sepeda motor. ‘’Saya sudah tiga tahun kenal mereka. Seingat saya, mereka berdua datang ke rumah saya sembilan kali. Saya juga pernah datang di rumahnya di Muncar,” jelasnya. (radar)