Pemain Luar Tuntut Gaji

0
141

BANYUWANGI – Kucuran bantuan dana pemkab Banyuwangi yang bersumber dari sumbangan Forpimda kepada manajerial Persewangi rupanya belum membuat bara api dalam tim berjuluk Laskar Blambangan tersebut padam. Tuntutan atas pembayaran sisa kontrak dan gaji yang menjadi kewajiban pengurus Persewangi terus berkumandang.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Suara itu kali bersumber dari penggawa Laskar Blambangan yang berasal dari luar daerah. Mereka tetap meminta manajemen untuk membayar lunas sisa gaji dan kontrak yang belum mereka terima. Bahkan, untuk mewujudkan tuntutan itu, mereka kini tengah mempersiapkan keputusan bersama terkait hak yang belum diberikan pengurus.

Bahkan, bahasan formula keputusan yang akan diserahkan kepada manajemen Persewangi itu kini masih dibahas seluruh pemain dari luar Banyuwangi. “Kami saat ini sedang berkumpul di Tulungagung untuk membahas masa depan dan hak kami yang nyantol di Banyuwangi,” beber Yudi Suryata, pelatih Persewangi. Berkumpulnya pemain di Kota Marmer tersebut dikarenakan jarak dengan Banyuwangi dengan lokasi asal mereka dianggap cukup dekat.

Loading...

Bila nanti dilahirkan keputusan dari pertemuan tersebut, mereka tidak harus menem-puh jarak cukup jauh untuk sampai ke Banyuwangi. Lalu, apa yang dibahas di sana? Mantan arsitek Persijap Jepara itu menuturkan, di Tulungagung mereka membahas seputar gaji dan kontrak yang belum dibayar manajemen Persewangi.

Pada prinsipnya, mereka tetap menuntut agar ada solusi dan penegasan soal kejelasan draf perjanjian yang sudah disepakati antara pemain dan manajemen. Soal kucuran dana Rp 300 juta yang diberikan Pemkab Banyuwangi, Yudi menganggap dana itu belum cukup. Uang tersebut jauh dari kewajiban yang harus dibayar manajemen kepada pelatih dan pemain Persewangi.

Inilah yang membuat mereka sepakat untuk mencari solusi atas persoalan tersebut dengan berkumpul di Tulungagung. Bahkan, mereka berencana mempersiapkan langkah pamungkas untuk mensiasati masalah tersebut. Apa itu? Yudi belum mau buka suara. “Kita masih akan bahas ini segera,” ujarnya. (radar)

Loading...