Pemuda Pancasila Banyuwangi Adukan Polres ke Kapolri

0
1484
Foto: beritalima.com

BANYUWANGI – Pemuda Pancasila (PP) Banyuwangi, Jawa Timur, berkirim surat ke Mabes Polri, Senin (11/9/2017). Mereka mengadukan Polres setempat karena disinyalir telah mengizinkan aksi demonstrasi berbalut kegiatan seni yang melebihi batas waktu serta berpotensi menimbulkan kerusuhan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

“Kita meminta Bapak Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, untuk memberi teguran keras pada Polres Banyuwangi,” tegas Ketua PP Banyuwangi, Eko Suryono S Sos, saat konferensi pers di Wisma Atlit Banyuwangi.

Terkait demo yang dilakukan mahasiswa, Sabtu 9 September 2017 didepan Taman Makam Pahlawan (TMP) Bumi Blambangan, Eko menilai Polisi telah mengesampingkan kesepakatan yang telah dibuat.

Sehari sebelum aksi, Kasat Intel Polres Banyuwangi, AKP Bambang Agus Tri Basuki, perwakilan peserta aksi dan Eko Suryono, menggelar perjanjian bahwa demo berisi tentang penolakan terhadap tambang emas Gunung Tumpang Pitu, di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Dan tidak membahas proses penahanan terhadap Koordinator demo berlogo palu arit, Hari Budiawan alias Budi Pego.

Loading...

Mahasiswa menyebut penahanan Budi Pego adalah tindakan kriminalisasi terhadap aktivis tolak tambang. Disisi lain, PP Banyuwangi, menilai penahanan sudah sesuai prosedur dan Budi Pego bukanlah aktivis tolak tambang. Karena dalam penelusuran PP, ditemukan bahwa Budi Pego adalah mitra PT Indo Multi Niaga (PT IMN), operator tambang emas Gunung Tumbang Pitu, sebelum PT Bumi Suksesindo (PT BSI).

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last