Penghasilan Mobil Mainan RTH Menurun

0
367
Sejumlah mobil mainan di RTH Maron kurang diminati karena sering hujan, kemarin (9/7).

GENTENG – Para pemilik Jasa sewa motor dan mobil mainan di RTH Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng, kini banyak yang resah. Sebab, akhir-akhir ini penghasilannya menurun karena sering turun hujan.

Salah satu penyewa mainan, Sulton, 23, asal Desa Genteng Kulon mengaku saat cuaca cerah biasanya dapat uang dari menyewakan mobil mainan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per hari. Tapi kalau hujan, menurun hingga 50 persen. Bahkan. sering tidak mendapat penghasilan sama sekali.

Loading...

“Sewa mainan Rp 5000 untuk setiap 10 menit,” terangnya. Penghasilan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu per hari itu, jelas dia, didapat setelah mulai bekerja sejak pukul 15.00 hingga pukul 21.00.

“Beberapa hari terakhir pengunjung RTH Maron sepi karena sering hujan,” katanya. Tidak hanya pengujung yang berkurang, saat turun hujan juga membuat sebagian besar pemilik motor listrik lebih waspada dan berhati-hati menjaga mainannya. Pasalnya, jika mainannya itu terkena air hujan mesin dan baterai akan bermasalah.

“Kalau kena air bisa rusak,” ujarnya. Untuk itu, jelas dia, setiap akan memulai bekerja selalu membawa terpal atau penutup. Sehingga, bila tiba-tiba turun hujan bisa langsung ditutup. “Tidak pernah lupa membawa terpal,” cetusnya pada Jawa Pos Radar Genteng.

Penjual saya mobil mainan lainnya, Slamet, 30, asal Desa Genteng Kulon mengaku memilih tidak membuka usahanya bila cuaca gerimis. Itu untuk menghindari risiko kerusakan akibat terkena hujan. Bahkan, saat Sabtu malam yang biasanya jumlah pengunjung di RTH Maron itu cukup banyak, dia memilih beristirahat. “Kalau hujan, saya pilih tutup saja,” terangnya. (radar)

loading...