Pengusaha Hiburan di Banyuwangi Keluhkan Kenaikan Tarif Pajak

0
804


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

BANYUWANGI – Kalangan pengusaha angkat suara terkait kenaikan pajak hiburan di Banyuwangi. Kenaikan tarif pajak daerah hingga 35 persen dinilai terlalu tinggi dan memberatkan yang berpotensi terhadap sepinya pengunjung tempat hiburan, utamanya tempat karaoke karena akan berdampak pada kenaikan harga sewanya.

Perkumpulan Pengusaha Hiburan Banyuwangi (PPHB) Fafan Luika mengatakan kenaikan pajak hiburan hingga 35 persen akan membunuh tempat hiburan di Banyuwangi. Terlebih saat ini, harga sewa tempat hiburan di Banyuwangi menurutnya lebih mahal dari kota besar seperti Surabaya, yang pajaknya hanya 25 persen.

Pajak daerah sebesar 35 persen, jelas Fafan, berasal atau diambilkan dari konsumen atau tamu yang menyewa tempat hiburan seperti tempat karaoke yang dikelolanya. Sehingga pajak itu akan memberatkan tamu.

Loading...

“Praktis tamu akan enggan berkunjung ke tempat hiburan, yang selanjutnya tempat hiburan bakal banyak yang gulung tikar,” katanya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last