Pernikahan Dini Tersisa 12 Persen

0
1691
Kepala BKKN Pusat DR. Surya Chandra Surapaty (batik merah) datang ke Banyuwangi.

BANYUWANGI – Dalam kurun waktu  empat tahun terakhir, angka pernikahan anak pada usia di bawah 21 untuk perempuan dan 25 untuk laki-laki menurun drastis. Pada tahun 2014, angka pernikahan dini di Banyuwangi berada di angka 22 persen dari jumlah pasangan  yang menikah.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Namun pada tahun 2016, angka pernikahan dini turun drastis menjadi 12 persen. Di Banyuwangi, pasangan yang  menikah setiap tahun rata-rata 10 hingga  15 ribu pasangan. Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan KB, Muhamad Pua Jiwa  mengatakan, untuk menekan angka   pernikahan anak tersebut, Dinas PP dan KB rutin melakukan kampanye terkait  pentingnya pernikahan usia matang atau usia dewasa.

Kampanye itu dilakukan melalui kegiatan siswa sekolah dan santri pondok pesantren. “Hasilnya, pada  tahun 2016 angka pernikahan usia anak tersebut kini turun menjadi 12 persen,”  ungkap Pua Jiwa.

Sisa 12 persen yang masih melakukan pernikahan dini itu, kata Pua, sebagian  besar terpaksa menikah lantaran telah hamil di luar nikah, dan sudah mendapat dispensasi pernikahan dari pengadilan agama.

Loading...

Sebagian besar hamil di luar nikah karena faktornya broken home yang  disebabkan ditinggal orang tua kerja ke luar negeri. Saat kedua orang tua kerja di luar negeri, anak-anak mereka tinggal bersama kakek dan neneknya.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last

Baca :
Keren, Inovasi “Teropong Jiwa” Banyuwangi Raih Top 25 Kovablik Provinsi Jatim 2019