Petani Butuh Kandang Tyto Alba

0
846
Salah sau pagupon tyto alba di persawahan Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran.
Salah sau pagupon tyto alba di persawahan Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran.

GAMBIRAN – Keberadaan burung Tyto alba atau serak jawa sebagai predator hama tikus di persawahan Desa Wringinrejo, Kecamatan Gambiran, kini mulai dirasakan manfaatnya oleh para petani. Sebab, mereka seperti terhindar dari serangan tikus.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Salah satu tokoh petani Dusun Mulyorejo, Desa Wringirejo, Kecamatan Gambiran, Sapuan. 65, mengatakan keberadaan burung pemangsa tikus itu cukup membantu menjaga tanaman di sawah. Saat ini, hampir tidak ada tikus yang menyerang.

Loading...

“Disini sepertinya habis tikusnya, di atap masjid itu juga jadi sasaran, instingnya memangsa,” katanya sambil menunjuk lokasi masjid di dekat sawah. Petani lain yang juga penggagas penggunaan tyto alba di persawahan, Miswandi, 34, menyampaikan keberadaan tyto alba di Desa Wringinrejo memang sangat membantu para petani.

Saat ini, burung predator itu juga berkembang biak cukup baik. Di satu sisi, Miswandi mengaku kewalahan menambah jumlah pagupon atau kandang burung yang ada di sawah. Padahal, jumlah burung terus bertambah.

“Kalau ada yang beranak, mestinya kandang tambah, tapi dana tidak ada,” ucapnya. Saat ini, jelas dia, di desanya ada 60 buah pagupon. Setiap satu kandang itu, diisi dengan satu pasangan tyto alba. Tapi, ini satu pagupon banyak ditempati bebrapa ekor karena sudah berkembang biak.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2