Polisi Buru Pelaku Lain Pembunuhan Satria Dwi Cahya

0
190

Rofi-Anang-Kurniawan-Dengan-Memakai-Penutup-Muka-Plastik-Digiring-Petugas

SEMENTARA itu, penyidikan kasus pembunuhan Satria Dwi Cahya akhirnya diambil alih Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Banyuwangi.  Sebelumnya, tim gabungan Polsek  Sempu, Polsek Songgon, dan Resmob  Polres berhasil membekuk Rofi Anang Kurniawan alias Robi alias Pritil, 23, warga Dusun Pasar, RT 2, RW 6, Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon.

Dia diduga bertindak sebagai salah satu pelaku pembunuhan siswa SMAN  1 Banyuwangi itu. Awalnya, Robi alias Pritil itu diaman kan ke Mapolsek Sempu. Namun, ratusan warga langsung memadati Polsek Sempu. Mereka spontan datang untuk  melihat langsung lelaki yang diduga terlibat kasus pembunuhan sadis  itu.

Karena situasi yang kurang  kondusif, akhirnya Robi dibawa ke Polres Banyuwangi.  Setibanya di Mapolres Banyuwangi, Robi langsung dibawa ke ruang Pidana Umum Satreskrim  Polres Banyuwangi. Selain mengamankan Robi, polisi juga turut mengamankan istrinya sebagai saksi.

Penyidik sejauh ini baru mengorek keterangan seputar keberadaan sepeda motor Kawasaki Ninja-250 milik Satria dan tas yang ditemukan polisi di rumah Robi. Kapolres Banyuwangi AKBP Bastoni Purnama melalui Kasatreskrim AKP Stevie Arnold Rampengan mengatakan, sejauh  ini penyidik masih mendalami keterlibatan dan peran pelaku tersebut.  Bila terbukti, Robi bisa dijerat dengan hukuman yang  berat.

“Sejauh ini masih diperiksa. Jadi sabar dulu ya,” kata Kasatreskrim Stevie.  Dari satu orang yang terindikasi sebagai pelaku, Stevie menuturkan bahwa tim buser masih berusaha mengungkap adanya pelaku lain. Sebab dari keyakinan dan hasil analisis polisi, pelaku bisa saja  berjumlah lebih dari dua orang.

Sementara itu, polisi belum memberikan jawaban resmi terkait peran Robi alias Pritil. Namun dari informasi yang berhasil dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi menyebutkan, Robi diduga bertugas  sebagai menyimpan barang milik korban.

Usai mengambil barang korban, barang-barang itu kemudian disimpan di rumah Robi di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon. Saat ditemukan, motor Kawasaki Ninja-250 warna merah itu sudah tidak ada lagi pelat nomor polisinya.

Polisi yang mencurigai  langsung memeriksa tas yang diduga milik korban. Setelah dibuka, di sana ada pisau yang masih ada bercak darahnya. Selain itu, keberhasilan polisi mengendus keberadaan motor Kawasaki milik korban itu tidak  lepas dari kelengahan pelaku sendiri.

Ceritanya, saat malam kejadian, salah seorang pelaku  sempat menitipkan motor itu ke salah seorang warga di dekat  lokasi kejadian. Selang satu jam kemudian,  motor itu diambil lagi. Polisi bisa melacak keberadaan
motor itu, diduga berkat info dari  warga sekitar lokasi ke jadian yang dititipi motor tersebut.

Dari ciri-ciri pelaku itulah, kemudian motor  itu bisa terlacak.  Sementara itu, polisi terus melacak barang berharga lain milik Satria yang raib. Sebab saat kejadian,  Satria sempat membawa ponsel dan sebuah laptop. Kedua barang itu kini masih dilacak,  karena besar kemungkinan  barang sudah berpindah tangan.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Dusun Genitri, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu, digeger kan dengan penemuan mayat laki-laki  dalam kondisi tengkurap di bawah  jembatan rel kereta api (KA). Saat ditemukan di sungai sekitar pukul 05.15, korban sempat tidak diketahui identitasnya.

Diduga kuat, remaja itu adalah korban pem bunuhan. Sebab, di beberapa bagian tubuhnya ditemukan banyak luka bekas  sayatan senjata tajam (sajam). Identitas korban baru diketahui sore harinya. Terkuaknya identitas korban setelah salah satu saudaranya, Yuyun, warga Dusun  Klontang, Desa Gendoh, melihat wajah korban melalui foto yang  ada di ponsel.

Korban pertama kali ditemukan anak-anak yang sedang olahraga dengan melewati lintasan KA. Saat berjalan di jembatan rel,  mereka melihat mayat yang  tengkurap di sekitar bebatuan  di sungai.(radar)

Loading...