Beranda Kesehatan Puskesmas Dilarang Pungut Biaya Fogging

Puskesmas Dilarang Pungut Biaya Fogging

0
1238

BANYUWANGI- Kabar munculnya korban meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) di Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, membuat pihak Dinas Kesehatan Banyuwangi angkat bicara. Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinkes Banyuwangi, Waluyo, menjelaskan hanya satu korban meninggal karena positif DB. Satu lagi dipastikan meninggal karena penyakit tifus.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Waluyo mengatakan, pasien atas nama Zulia Rahma Putri, 9,  dipastikan meninggal karena tifus setelah pihak Rumah Sakit NU, Mangir, Rogojampi memaparkan penyebab kematian siswi kelas 3 SDN 1 Gintangan tersebut.

Korban menimggal dunia atas nama Imroatul Muntafiah, 7, diakui memang karena demam berdarah. Terlambatnya penanganan medis terhadap pasien, menurut Waluyo membuat Imroatul meninggal. Berdasar keterangan rumah sakit yang merawatnya, anak pasangan Slamet dan Siti Naqiyah itu datang sudah dalam masa kritis.

“Menurut dokter Ika dari RSNU, Zulia dipastikan meninggal dunia karena febris typoid, atau tifus, sedangkan Imroatul menurut dr. Indro dari RSNU yang mmerawat pasien tersebut, memang meninggal karena dengue haemorhagic-fever (DHF) atau demam berdarah,” beber Waluyo.

Diberitakan sebelumnya, penyakit demam berdarah dengue (DBD) melanda wilayah Rogojampi. Dalam empat hari terakhir dua bocah asal Desa Gintangan, Kecamatan Rogojampi, meninggal dunia akibat terjangkit penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | ... | Next → | Last

error: Uppss.......!