Ritual Rebo Wekasan di Pantai Waru Doyong, Bulusan

0
495

ritualSebagai Tolak Bala, Digelar Rabu Terakhir Bulan Safar
SEKITAR pukul 07.00 warga terlihat sudah berkumpul di Pantai Waru Doyong di Kelutahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro. Mereka tampak sabar menunggu prosesi ritual yang dipusatkan di tepi pantai tersebut. Bagi warga yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, ritual Rebo Wekasan yang rutin digelar tiap tahun itu sangat berarti. Mereka mempercayai ritual itu bisa menjadi media tolakbala. “ini sudah tradisi turun-temurun di Bulusan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Acaranya pada Rabu terakhir bulan Safar terang ketua panitia, Sujamo, Bagi warga Rabu terakhir bulan Safar itu dianggap sebagai hari turunnya wabah penyakit dan bencana, sehingga warga menyelenggarakan ritual Rebo wekasan. ”Dengan diselenggarakan Rebo Wekasan, semoga warga terhindar dari bencana dan penyakit, terutama saat melaut,” katanya. Ritual Rebo Wekasan yang di lakukan warga itu adalah dengan cara melarung perahu kecil berisi sesaji. Sesaji itu berupa hasil bumi dan kepala kambing sebagai simbol membuang segala macam penyakit dan bencana.

“Perahu sesaji itu dilepas di tengah laut dengan ring-iringan perahu milik para nelayan,” jelasnya. Sebelum melanmg [mmhu sesaji, masyarakat menggelar doa bersama memohon keselamatan dan kelimpahan rejeki. Doa tersebut dipimpin pemuka agama desa setempat dan dilanjutkan tasyakuran dengan acara makan bersama. Tasyakuran itu, selain di ikuti warga sekitar juga diikuti tamu undangan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi. Forpimka Kalipuro, Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (kUPP) Ketapang, dan tamu undangan lain.

Demi memeriahkan acara tersebut, panitia juga menyuguhkan tradisi lain, seperti gandrung, jaranan, dan lomba perahu yang diikuti para nelayan sekitar: “Acara inti ya larung sesaji. Yang lain hanya tambahan saja,” ungkap Sujamo. Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan, Disbudpar Banyuwangi, Choliqul Ridha, yang hadir dalam acara itu mengatakan tradisi nelayan Kelurahan Bulusan itu harus tetap dilestarikan. Sebab, itu menjadi bagian dari budaya lokal. “Rebo Wekasan itu juga bisa disebut Rebo Pungkasan yang berarti Rabu terakhir katanya. Tradisi Rebo Wekasan, jelang dia, memiliki makna yang dalam Acara yang rutin digelar tiap Rabu terakhir di bulan Safar. ltu memiliki banyak pesan. “Rabo itu nama lain hari Babo, dan wekasan itu berasal dari kata wekas yang artinya pesan,” terangnya. (radar)

Loading...

Baca Juga :