Sakit, Tiga CJH Dirawat di Surabaya

0
323

JEDDAH – Perjalanan para calon jamaah haji (CJH) asal Banyuwangi menuju Makkah tampaknya penuh tantangan. Terutama, bagi calon haji yang masuk dalam kelompok terbang (kloter) 73.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Tiga CJH yang sudah tiba di asrama haji Sukolilo, Surabaya, sementara tidak bisa meneruskan perjalanan ke Makkah karena sakit, dan kini menjalani perawatan di rumah sakit (RS) asrama haji.

Ketiga CJH itu adalah Hasan, Suliwati, dan Yohanis. “Hasan dan Suliwati sakit Yohanis itu suaminya Suliwati dan menunggu di rumah sakit,” ujar ketua kloter 73, Gufron Mustofa.

Menurut Gufron, jumlah CJH yang masuk kloter 73 sebanyak 444 orang. Lantaran ada yang sa kit, maka yang berangkat hanya 441orang. “Dua CJH ini sudah sakit sejak dari rumah. Sementara mereka kita tinggal di rumah sakit,” imbuhnya.

Selain karena ada jamaah yang sakit, tantangan yang sempat menimpa kloter 73 adalah gangguan pesawat. Kloter tersebut sedianya terbang pukul 02.05. Tetapi, karena pesawat ada gangguan, mereka baru bisa terbang pada pukul 04.55. “Kita sudah nunggu dua jam di pesawat, lalu turun lagi karena harus ganti pesawat,” ungkap Gufron.

Molornya pemberangkatan karena ada gangguan pesawat itu tentu berpengaruh terhadap kedatangan di Bandara King Abdul Azis Jeddah. Kloter 73 mendarat pukul 11.15 (waktu Arab Saudi) atau pukul 15.15 WIB kemarin. Kloter 74 tiba di Bandara King Abdul Azis pukul 10.18 (waktu Arab Saudi) atau pukul 14.18 WIB. Setiba di Jeddah, CJH asal Banyuwangi langsung mengganti pakaian ihram untuk umrah di Masjidil Haram, Makkah.

Sebagian jamaah su dah ada yang menggunakan pakaian ihram sejak berada di asrama haji Sukolilo. “Mau naik pesawat sudah pakaian ihram,” kata pembimbing haji dari KBIH Sabilillah Banyuwangi, H. Latif Harun. Suasana terminal haji di King Ab dul Azis semakin padat karena jamaah yang mendarat tidak hanya dari Indonesia.

Para CJH dari Malaysia, Turki, dan beberapa negara lain, juga mulai berdatangan. Setelah beristirahat di bandara, para CJH melanjutkan perjalanan menuju maktab (penginapan) di Makkah menggunakan bus. “Perjalanan menuju Makkah membutuhkan waktu dua jam,” jelas Latif. (radar)

Loading...