Saling Serobot, Petugas Keluarkan Jurus Tilang

0
510
MACET: Antrean kendaraan di jalan raya Gunung Gumitir akhir pekan lalu.
MACET: Antrean kendaraan di jalan raya Gunung Gumitir akhir pekan lalu.

Sabtu lalu (15/9), Jalan Raya Gunung Gumitir di perbatasan Banyuwangi dan Jember dilanda macet selama 18 jam. Penyebabnya, sebuah trailer pengangkut sarden mendadak macet ketika melintas di tanjakan berbentuk “S” di jalur tersebut.

ABDUL AZIZ, Kalibaru

MALAM itu pada pukul 22.00, rombongan mobil patroli yang di-naiki Kapolsek Kalibaru AKP Suwan-to Barri, Kanitlantas Bripka Yulianto  dan anak buahnya, masih melintas di Jalan Raya Gunung Gumitir.

Seperti biasa, rombongan petugas kepolisian itu melakukan patroli di jalur pegunungan untuk melihat situasi arus lalu-lintas. Sebab, jalur tersebut memang rawan kemacetan.

Selain itu, patroli rutin pada malam hari tersebut juga dimaksudkan un-tuk memastikan bahwa di jalur pe-gunungan yang penuh tikungan tajam tersebut dalam keadaan aman dari aksi kriminalitas. Dengan membawa mobil patroli, rombo-ngan polisi tersebut melaju perlahan ke arah barat, naik ke pegunungan sampai perbatasan wilayah Kabupaten Jember dan Banyuwangi. Sambil berjalan perlahan, rombo-ngan polisi tersebut juga terus me-ngawasi kanan dan kiri jalan.

Begitu situasi sudah dirasa aman, baik dari gangguan macet maupun krimi-nalitas, mereka balik kanan. Di te-ngah dinginnya malam pegunu-ngan yang menusuk tulang, rombo-ngan Kapolsek Kalibaru AKP Su-wanto Barri melaju menuju arah Mapolsek Kalibaru Mereka tentu sudah membayangkan akan istirahat dan tidur nyenyak. Namun, baru saja rombongan sampai di Mapolsek Ka-libaru dan mereka hendak merebahkan tu-buh untuk istirahat di rumah dinas, dering ponsel terdengar.

Seorang petugas Pos Lantas Kalibaru yang malam itu sedang piket memberi tahu Kanitlantas Bripka Yulianto bahwa di Jalan Raya Gunung Gumitir sedang ter jadi macet. Mendengar kabar tersebut, Yu lianto dan Kapolsek Suwanto yang baru saja kembali harus berkemas lagi. Mereka ber siap diri berangkat lagi menuju tempat ke jadian perkara (TKP).

Ketika mulai naik ke atas gunung untuk ke dua kalinya itu, antrean kendaraan sebenarnya belum begitu terlihat.Ketika memasuki wilayah perbatasan, barulah  terlihat kendaraan berhenti dan mengular. Ternyata lokasi mogoknya trailer ber mu-atan sarden tersebut masuk wilayah Jember. Namun, antrean kendaraan akibat ke-jadian itu sampai ke wilayah Banyuwangi. Se makin lama, antrean kendaraan terus me ngular sampai lereng gunung masuk Ke camatan Kalibaru.

Baca :
Maling Burung Jalak Terekam CCTV

Malam itu, rombongan yang sudah sem-pat pulang tersebut batal istirahat.Mereka langsung bertugas di jalur pegunungan ter-sebut untuk mengatur arus lalu-lintas. Se-lama bertugas, personel Polantas Kalibaru yang berjumlah delapan orang tersebut ber pencar. Mereka berada di beberapa ti kungan jalan sambil terus mengawasi se tiap kendaraan.

Sebab, dalam kondisi macet, sering ada sopir yang nekat nyelonongmaju demi me ngambil posisi di depan. Hal itu, tentu mem buat kondisi bertambah macet. Nah,dalam menghadapi situasi yang se-perti ini, para petugas polantas biasanya langsung mengeluarkan ju r us sakti.

“Pokok kalau ada yang nekat nyelonong, langsung kita tilang. Sebab, jelas itu membuat situasi ja lan ma kin macet dan pengemudi lain ma ra h,” tandas Kanitlantas Yulianto.

Tugas mengatur lalu-lintas di atas pe gu-nungan tersebut mereka lakukan sampai keesokan hari. Mereka terus sibuk me-ngatur lalu-lintas dan hanya berhenti pada saat jam makan saja. Itu pun dilakukan se cara bergantian. “Kalau mandi yasama se kali tidak. Jadi, mulai malam sampai be-sok sorenya pukul 17.00, kita nggakmandi
se mua,” tuturnya.

Menghadapi seringnya macet di jalur pegunungan tersebut, Yuli berharap semua pihak, khususnya para pengemudi, saling menyadari dan tidak saling nyelonongmen-dahului. Sebab, hal tersebut tidak akan me nye le-saikan masalah, dan justru semakin mem-buat lalu-lintas makin ruwet. “Harus ter tib dan saling menghargai,” pesannya. (Radar)