BANYUWANGI, KOMPAS.com – Gedung sekolah rakyat Banyuwangi, Jawa Timur yang berdiri di lahan seluas tujuh hektar di Kecamatan Muncar mulai dibangun, dengan target selesai tahun ini, sehingga bisa digunakan pada saat tahun ajaran baru 2026/2027.
Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan, proses pengerjaaan saat ini masih memasuki perataan lahan untuk selanjutnya kontruksi didirikan.
“Saat baru memasuki tahap cut and fill (perataan tanah),” kata Mujiono, Senin (19/1/2026).
Baca juga: Wali Kota Surabaya Siapkan Sekolah Rakyat di Lahan 6 Hektar di Tambak Wedi
Nantinya, di lokasi tersebut akan diisi gedung sekolah untuk semua jenjang pendidikan mulai SD, SMP, SMA, asrama siswa dan guru, aula serta sarana olahraga untuk penunjang skill siswa.
Mujiono telah berkoordinasi dengan PT Nindya Karya sebagai pemegang tender proyek. Pengerjaan ditarget selesai sekitar Juli-Agustus.
“Targetnya selesai sekitar bulan Juli atau maksimal Agustus. Harapannya tahun ajaran baru gedung sudah bisa bisa digunakan untuk pembelajaran,” tandas dia.
Baca juga: Mensos Gus Ipul Pastikan Tidak Ada Siswa Titipan di Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat Terintegrasi Banyuwangi saat ini berlokasi di dua tempat yaitu di Balai Diklat Licin dan Gedung BPVP Muncar dengan total lebih dari 300 siswa dari semua jenjang.
Nantinya apabila bangunan sekolah rakyat telah selesai, semua pelajar dan pendidik akan diboyong ke gedung baru.
Surabaya siapkan lahan enam hektar
Sebelumnya, di hari yang sama, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku telah menyiapkan Sekolah Rakyat di wilayah tugasnya, dan akan dapat dimanfaatkan juga mulai tahun ini.
Sekolah Rakyat yang sedang dalam pembangunan itu berada di wilayah Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya, dengan total lahan mencapai enam hektar.
“Jadi sudah dikerjakan Sekolah Rakyat, ada di Tambak Wedi. Kita sudah sediakan enam hektar, (dibagi) empat hektar dan dua hektar,” kata Eri, di Balai Pemuda, Surabaya, Senin.
Eri mengungkapkan, pihak kementerian terkait tengah mengerjakan proyek Sekolah Rakyat tersebut, yang rencananya sudah dapat dimanfaatkan pada tahun ajaran baru di 2026.
Baca juga: Mengelola Literasi di Sekolah Rakyat
“Sekarang sudah dikerjakan oleh kementerian. Ini (rencananya) di tahun 2026 ini, meskipun belum full semuanya, akan digunakan di tahun ajaran baru, semoga lah,” ucap dia.
Namun, Eri mengaku, masih belum mengetahui bangunan tersebut akan dimanfaatkan oleh siswa di tingkat apa. Sebab, Pemkot hanya diminta menyediakan lahan.
“Saya belum tahu, yang penting hari ini beliau membangun karena sudah dari kita siapkan. Beliau menyampaikan di tahun ajaran baru, kalau ini sudah bisa ditempati akan ditempati,” sambung Eri.
Sebanyak 12 Sekolah Rakyat di Jawa Timur memulai kegiatan belajar mengajar, Senin (14/7/2025). Ke-12 sekolah rakyat tersebut dihuni oleh 1.168 siswa dari keluarga prasejahtera.
“Karena konsepnya boarding school, maka mulai besok murid mulai masuk asrama dan mulai belajar.”
Demikian penuturan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Restu Novi Widiani, yang dikonfirmasi Sabtu (13/7/2025) lalu.
Semula, menurut dia, di Jatim ada 19 Sekolah Rakyat yang beroperasi mulai Senin lalu, namun karena alasan persiapan teknik, maka tujuh sekolah rakyat beroperasi mundur.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang






