Serahkan 144 Ribu Dukungan KTP

  • Bagikan

Misbah-Satiyem Kompak Datangi KPU

BANYUWANGI – Pasangan kandidat calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) independen, Misbah Imam Subari-Satiyem menyerahkan berkas dukungan kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemarin (15/6). Keduanya kompak datang ke kantor KPU untuk menyerahkan tumpukan map berisi berkas dukungan yang digalang dari masyarakat.

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi, Misbah dan Satiyem datang ke kantor KPU pukul 15.05 atau sekitar satu jam sebelum batas akhir penyerahan berkas dukungan ditutup pada pukul 16.00 kemarin. Di  kantor yang berlokasi di jalan Agus Salim, Banyuwangi, tersebut pasangan yang mengusung slogan Mesem (Misbah-Satiyem) itu menyerahkan berkas dukungan kepada Ketua KPU, Syamsul Arifin.

Misbah mengklaim, jumlah berkas dukungan yang diserahkan kepada KPU mencapai 144  ribu fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). Jumlah KTP itu berasal dari 24 Kecamatan dan 124 desa se-Banyuwangi. “Kami mengusung jargon berangkat dari KTP rakyat, dikelola oleh rakyat, dan untuk kesejahteraan rakyat Banyuwangi.

Karena itu, kami berangkat dari jalur perseorangan,” ujarnya.  Misbah mengaku memilih berpasangan dengan Satiyem karena memiliki kesamaan visi dan misi dalam membangun dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Salah satunya melalui pemberdayaan langsung kepada masyarakat dengan mengoptimalkan potensi lokal.

Ditanya apakah berpamitan  pada Dewan Pimpinan Pusat (DPP)  NasDem sebelum memutuskan maju dari jalur perseorangan?  Misbah menjawab diplomatis. Menurut dia, dengan adanya kader internal yang maju dari jalur independen, sedangkan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem telah merekomendasi Abdullah Azwar Anas, maka NasDem memiliki  dua kemungkinan menang  lebih banyak.

“Jadi, jika calon yang satu belum mendapat restu masyarakat, NasDem masih punya tumpuan di pada calon yang lain,” cetusnya. Sementara itu, soal kemungkinan terburuk dia akan dicopot dari jabatan ketua DPD NasDem, Misbah mengaku belum memikirkan hal itu.

Bagi  dia, saat ini dirinya lebih memprioritaskan  kepentingan masyarakat. “Yang pasti, SK kami  sampai 2018,” tandasnya. Satiyem menambahkan, dia dan Misbah memiliki komitmen untuk saling mengisi dalam menjalankan roda pemerintahan di Banyuwangi. Tidak ada jarak  antara bupati dan wakil bupati.

“Contoh, bupati akan mengawal program-program pemerintah, sedangkan kami akan fokus turun ke bawah untuk menyerap aspirasi masyarakat dan akan kami perjuangkan melalui program-program pembangunan yang pro rakyat,” tuturnya. Ketua KPU Syamsul Arifin mengatakan, setelah menerima berkas dukungan yang diserahkan pasangan Misbah dan Satiyem tersebut, pihaknya akan melakukan penghitungan.

Sesuai Undang-Undang (UU), syarat minimal dukungan yang dibutuhkan pasangan bakal cabup dan cawabup perseorangan di Banyuwangi mencapai 107.660 dukungan dan harus tersebar di minimal 13 kecamatan. “Saat ini (kemarin), jumlah dukungan yang diserahkan tersebut masih kami hitung,” cetusnya.

Setelah syarat dukungan minimal itu terpenuhi, imbuh Syamsul, selanjutnya KPU akan melakukan verifikasi faktual di lapangan melalui Panitia Pemungutan Suara (PPS). “Kami punya waktu 21 hari melakukan verifikasi faktual tersebut. Sumber daya manusia (SDM) kami sudah siap melakukan verifikasi faktual tersebut,” pungkasnya. (radar)

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: