Sopir Truk Blokade Pintu ASDP

0
68
Loading...

Setelah 1 jam berorasi, pukul 17.00 ratusan sopir mulai membubarkan diri. Sebelumnya, Ketua DPRD Banyuwangi I Made Cahyana datang dan menjanjikan akan menampung aspirasi para sopir tersebut.

“Perwakilan sopir dijanjikan untuk hearing di DPRD Senin besok (29/6). Sementara mereka menunggu hasil tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, Plt Kadishub Banyuwangi Ali Ruchi menambahkan, Pemprov Bali mengacu kepada SE Gugus Tugas No 7 tahun 2020 terkait kewajiban rapid test atau PCR di pelabuhan. Selama SE belum dicabut akan sulit dilakukan negoisasi terkait kebijakan tersebut.

“Kalau saat hearing nanti para sopir meminta mendatangkan Dishub Bali, kami siap. Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Pemprov Bali punya SE sendiri yang mengacu pada SE Gugus Tugas pusat,” tegasnya.

Sementara itu, sudah 3 kali ini sopir pengangkut logistik melakukan aksi menolak kebijakan rapid test. Mereka memarkir kendaraannya secara teratur di Terminal Sritanjung. Tidak semua supir sanggup ikut rapid test lantaran biayanya terlalu tinggi. Setiap orang harus mengeluarkan duit Rp 300 ribu untuk sekali tes.

Lanjutkan Membaca : First | ← Previous | 1 |2 | 3 | Next → | Last