Suhu Udara Banyuwangi masih Tinggi

0
332

BANYUWANGI – Suhu tinggi yang melanda wilayah Banyuwangi dan sekitarnya beberapa pekan terakhir diduga akibat tingginya intensitas sinar matahari. Sebab, naungan awan di atas Bumi Blambangan cenderung minim akhir-akhir ini.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi, fenomena suhu udara yang tinggi itu akan berakhir bersamaan dengan datangnya musim penghujan. Prakirawan Stasiun Meteorologi Banyuwangi, Anjar Triyonohadi mengatakan, saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur (Jatim) sudah mengalami musim penghujan.

Namun, khusus wilayah Banyuwangi, Pacitan, dan Madura, masih musim peralihan dari kemarau ke musim hujan. “Suhu tinggi ini diakibatkan sinar matahari. Awan di atas wilayah Banyuwangi hanya sekitar tiga oktaf,” ujarnya kemarin (29/10). Seperti diketahui, sejak beberapa pekan terakhir, suhu minimum di wilayah Banyuwangi mencapai 26 derajat Celcius.

Loading...

Padahal, rata-rata suhu minimum pada bulan Oktober selama 30 tahun terakhir “hanya” 22 derajat Celcius. “Saat ini wilayah Banyuwangi masih mengalami musim peralihan. Suhu tinggi ini akan berakhir bersamaan dengan datangnya musim hujan November mendatang,” paparnya.

Sementara itu, peningkatan aktivitas dua gunung berapi di sekitar wilayah Banyuwangi, yakni Gunung Raung dan Gunung Ijen, tidak berdampak signifikan terhadap peningkatan suhu. “Asal tidak meletus, meningkatnya aktivitas gunung berapi itu tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan suhu udara,” pungkas Anjar. (radar)

Lanjutkan Membaca : 1 | 2