Beranda Budaya Suroan di Alas Purwo

Suroan di Alas Purwo

0
1285

SAYA ucapkan Selamat Tahun Baru Hijriah 1 Muharram1434 H. Berbeda dengan tahun baru Masehi yang pasti selalu ramai dengan perayaan kembang api dan sebagainya, umat Islam mempunyai cara sendiri dalam menyambut tahun baru Islam atau Hijriah. Tak ada letusan kembang api, tak ada panggungpanggung konser maupun bunyi terompet. Meski tidak ada pesta perayaan yang mewah, bukan berarti tidak dirayakan.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Sebagai gantinya, umat Islam menyambut 1 Muharram dengan acara doa bersama dan semacamnya. Bagi masyarakat Jawa, 1 Muharram atau 1 Suro merupakan saat-saat yang istimewa, sakral atau suci. Ada semacam tradisi-tradisi unik menyambut tahun baru Hijriah. Sistem penanggalan Jawa sudah diselaraskan dengan penanggalan Islam (Hijriah) pada masa Sultan Agung. Jika kalender Hijriah berganti tahun, maka penanggalan Jawa pun juga merayakan tahun baru.

Loading...

Malam 1 Suro atau 1 Muharram menjadi penanda pergantian tahun tersebut. Ada berbagai tradisi masayarakat Jawa pada malam 1 Suro tersebut. Sebagian orang masih melakukan lek-lekan (begadang) di tempat yang dianggap sakral, seperti di Taman Nasional Alas  urwo atau wisata Bedul, sekaligus untuk merayakan tahun baru. Jangan heran bila pada malam 1 Suro, banyak warga dari luar Kota Banyuwangi yang datang. Baik itu dari Jawa Tengah, Surabaya, Banten, Sulawesi, dan daerah lain.

Salah satunya klub sepeda motor tua PC BASE, yang sekretariatnya berada di Dusun Sumberayu, Desa Sumberberas, Kecamatan Muncar. Klub itu tidak mau ketinggalan, beberapa anggotanya ikut wisata religi malam 1 Suro di Alas Purwo dan wisata Bedul. Mereka berbaur dengan masyarakat yang datang dari berbagai penjuru kota di Indonesia. Tak ayal, hutan yang biasanya sepi itu berubah menjadi ramai. Ada yang melakukan tafakur, selamatan tumpengan, dan ada juga yang melakukan lek-lekan.  Semuanya bermaksud untuk memuji kebesaran Sang Maha Pencipta guna mensyukuri segala nikmat yang telah Allah SWT berikan. (radar)

error: Uppss.......!