Tak Kuat Bayar Biaya Operasi, Petok Tanah Disita Untuk Jaminan

0
566

tukiran-merawat-ibunya-sukinah


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

PURWOHARJO – Kondisi Sukinah, 77, warga Dusun Gumukrejo, RT 1, RW 4, Desa/Kecamatan Purwoharjo, itu sangat memprihatinkan. Nenek itu sejak  tujuh tahun lalu hanya bisa berbaring  di atas kasur karena lumpuh. Sehari-hari Sukinah tinggal bersama putra semata wayangnya, Tukiran, 55, di sebuah rumah sangat sederhana.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup,  Tukiran hanya mengandalkan pekerjaannya sebagai buruh serabutan.  Kalau ada yang nyuruh kerja baru kerja. Kalau  tidak ada ya berusaha sebisanya. Yang penting tidak meminta-minta,” ujar Tukiran.

Di usianya yang sudah setengah abad lebih itu Tukiran mengaku belum menikah. Itu sengaja dilakukan karena ingin merawat ibu kandungnya yang  sudah tua dan sering sakit-sakitan. Apalagi, setahun lalu dia harus menjalani operasi usus dan lambung di salah satu klinik di Desa Purwoharjo.

Loading...

“Untuk operasi habis banyak,” katanya.  Tagihan yang diterima dari klinik  itu, terang dia, senilai Rp 28 juta. Dana sejumlah itu, jelas dia, baginya sangat besar dan jelas tidak  mampu membayar. “Saya tidak bisa membayar, petok tanah rumah ini oleh petugas klinik diambil  untuk jaminan,” ujarnya.

Lanjutkan Membaca : 1 | 2