Tambang Emas Memanas

0
915

PESANGGARAN – Aksi warga menuntut penghentian aktivitas tambang emas di Gunung Tumpang Pitu, Dusun Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, kembali terjadi kemarin (18/11). Dalam aksinya itu, massa yang  datang dari berbagai titik itu bertemu di simpang tiga menuju kantor PT. BSI.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Dengan menggunakan sound system yang diangkut pikap, mereka secara bergantian ber orasi dengan tuntutan penambangan emas di Gunung Tumpang Pitu dihentikan,  karena dianggap merusak lingkungan. “Tutup tambang emas. Kegiatan harus dihentikan,”  cetus Edy Laksono, koordinator lapangan (korlap) aksi warga itu.

Edy menyebut, aksi itu dilakukan warga di Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Warga meminta kegiatan tambang emas dihentikan karena kondisi alam tidak memungkinkan dilakukan penambangan. “Daya lingkungan tidak mengizinkan. Kekeringan terjadi,” ungkapnya.

Selain dampak kerusakan alam, Edi mengaku penambangan  emas itu memunculkan dampak sosial yang tidak baik. Saat ini warga terpecah-pecah. “Warga sering tidak akur, sengaja dipecah-pecah,” terangnya. Dalam orasinya, massa meminta perwakilan  PT. BSI selaku pengelola penambangan emas  di Gunung Tumpang Pitu itu menemui warga.

“Tolong perwakilan BSI datang menemui kami,” pintunya. Warga yang semula tenang mendadak  memanas setelah perwakilan PT, BSI tidak ada yang mau menemui warga. Massa yang sudah emosi mencoba merangsek masuk ke  area hutan lokasi tambang emas.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last