Terkesan Percampuran Budaya di Bumi Blambangan

0
359

SUKSES berkolaborasi dengan musisi Osing, pianis senior Riza Arshad menjadi kian dekat dengan Bumi Blambangan. Dalam pergelaran Banyuwangi Festival Jazz di Gesibu Blambangan Sabtu malam lalu (17/11), dia kompak tampil bersama grup Banyuwangi Musik Ethno.


Daftarkan alamat email Anda, setiap hari kami akan mengabarkan berita terbaru di Banyuwangi langsung ke email Anda.

Sudah daftar tapi tidak menerima email Mohon check folder SPAM.

Loading...

Dalam grup musik etnik tersebut, ada penyanyi sekaligus gandrung senior, Supinah. Ada pula Pak Agus dkk yang memainkan alat musik khas Banyuwangi. ‘’Saya memang beda dengan temanteman bintang tamu Jazz Festival. Saya datang lebih awal karena berlatih bersama Pak Agus dkk,” jelasnya. Setelah beberapa hari di Kota Gandrung, Riza mengaku terkesan dengan daerah yang memiliki tag line The Sunrise of Java ini.

Banyuwangi itu air wangi. Saya terkesan dengan vegetasinya yang rimbun dan sejuk,’’ ujar pianis yang satu angkatan dengan penyanyi Indra Lesmana itu. Tak hanya alam Bumi Blambangan yang membuat Riza terpesona. Budaya Banyuwangi pun membuatnya sangat terkesan. ‘’Percampuran budayanya merupakan melting pot dari berbagai budaya sekitar. Hasil percampuran itu menjadikan budaya Banyuwangi sangat unik. Itu bisa menempatkan Banyuwangi pada posisi penting dalam peta budaya dunia,” jelasnya. (radar)