Tiba di Madinah, Jamaah Haji Banyuwangi Langsung Sujud Syukur

0
1090

Setelah-turun-dari-pesawat,-JCH-Banyuwangi-langsung-melakukan-sujud-syukur-di-Bandara-Internasional-Prince-Muhammad-bin-Abdul-Azis,-Madinah,-kemarin

Semua Jamaah BWI dalam Kondisi Sehat

MADINAH – Setelah melakukan serangkaian kegiatan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, rombongan jamaah calon haji (JCH) Banyuwangi sejumlah 888 orang dari kloter 9 dan 10 take off dari Bandara Juanda, Surabaya, pukul 03.00 kemarin (13/8).

Pesawat JCH Banyuwangi pun mengudara selama hampir sepuluh jam. Akhirnya, pesawat landing dengan mulus di Bandara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul Azis, Madinah, pukul 08.25 waktu Arab Saudi (WAS) atau   sekitar pukul 12.25 Sabtu kemarin (13/8).

Handoyo Saputro, salah satu tim peliput haji untuk Jawa Pos Radar Banyuwangi melaporkan, JCH Banyuwangi meninggalkan Asrama Haji Sukolilo sekitar pukul 23.00 Jumat (12/3) malam lalu. Mereka langsung bergerak menuju Bandara Juanda, Surabaya.

Selanjutnya, terbang menuju Tanah Suci. Pemberangkatan JCH Banyuwangi dari embarkasi kemarin dilepas langsung Wakil Gubernur  Jawa Timur, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Menempuh kurang-lebih 10 jam perjalanan udara, seluruh rombongan sampai di Bandara Internasional Pangeran Muhammad bin Abdul  Azis, Madinah, dengan selamat.

Tiba di bandara, JCH Banyuwangi langsung melaksanakan ritual sujud syukur di halaman bandara. ”Semua jamaah sujud syukur setelah menginjakkan kaki di Tanah Suci,” kata anggota jamaah KBIH Sabilillah Banyuwangi itu.

Jamaah-Banyuwangi-turun-dari-tangga-pesawat-sesaat-setelah-mendarat-di-Bandara-Internasional-Prince-Muhammad-bin-Abdul-Azis,-Madinah,-kemarin.
Jamaah Banyuwangi turun dari tangga pesawat sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional Prince Muhammad bin Abdul Azis, Madinah, kemarin.

Sesampai di Tanah Suci, rombongan tidak langsung menuju hotel atau maktab. Mereka terlebih dahulu menjalani serangkaian pemeriksaan dokumen paspor dan visa di kantor imigrasi di sekitar bandara. ”Sekarang  (kemarin siang) setiba di bandara rombongan langsung  antre untuk menjalani pemeriksaan dokumen di kantor  imigrasi,” ujar lelaki yang juga ketua regu 3 kloter 9 itu.

Dalam pemeriksaan dokumen JCH Banyuwangi di kantor imigrasi Arab Saudi di kawasan bandara kemarin, secara umum dokumen seluruh jamaah dinyatakan  lengkap dan sudah sesuai identitas yang ada. Sementara itu, dari segi kesehatan JCH Banyuwangi,  dr. Titah Palupi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwangi melaporkan, JCH Banyuwangi semua  dalam keadaan sehat.

Baca :
Warga Geger, Seorang Pemuda Ditemukan Gantung Diri di Pohon Kelengkeng, Ini Kronologinya

Meski JCH dari kloter 9 dan 10 banyak yang masuk kategori risiko tinggi (resting),  tapi hasil pemeriksaan tim dokter yang dilakukan, kondisi mereka sehat. ”Alhamdulillah, setelah mendarat di bandara, kondisi seluruh jamaah dan petugas sehat semua,” terang dokter yang sehari-hari bertugas di RSUD Blambangan itu.

Selama perjalanan udara, dokter dan perawat yang ada di dalam perawat rutin melakukan pengecekan kesehatan seluruh JCH Banyuwangi selama dua jam sekali. Dalam pemeriksaan berkala itu, banyak ditemukan JCH yang tubuhnya lemas.

Kemungkinan disebabkan JCH mengalami kecapaian atau grogi berada di dalam pesawat yang terlalu lama. ”Lemas  dalam perjalanan masih dalam hal yang wajar. Sudah kami atasi. Kita beri obat dan vitamin sesuai kebutuhan. Seluruh JCH juga kami instruksikan minum air gula hangat,” tandasnya. (radar)