Tradisi Gelar Pitu, Ritual Khas Dukuh Kopen Kidul di Desa Glagah

0
928

Pawai Naik-turun Pematang Sawah Menuju Lokasi

TAK ubahnya ritual-ritual khas suku Oseng, Gelar Pitu yang berarti pergelaran di hari ketujuh Lebaran tersebut juga diramaikan dengan gamelan dan angklung paglak khas Banyuwangi. Sejak pukul 13.00 masyarakat sudah berbondong untuk dapat melihat langsung ritual asli masyarakat Dukuh Kopen Kidul, Dusun Kampung Baru, Desa/Kecamatan Glagah, itu.

Jika dibandingkan lokasi ritual Seblang atau Barong Ider Bumi, lokasi yang digunakan ritual Gelar Pitu bisa dibilang sangat terpencil. Masyarakat yang ingin melihatnya harus melewati jalan terjal naik-turun sebelum benar-benar sampai di lokasi.

Untung saja di sekelilingnya terhampar sawah yang cukup menyejukkan pandangan mata. Sehingga, perjalanan menuju lokasi terasa tidak membosankan. Di lokasi, suara gamelan sudah sedemikian ramai karena ternyata sebelum acara dimulai, sudah ada kesenian jaranan yang menghibur warga.

Baru sekitar pukul 14.30 sekitar sepuluh orang berdiri untuk mengangkat kupat gunggung yang sejak awal dikerumuni penonton. Kupat gunggung itu adalah ketupat dalam jumlah banyak yang disusun mirip tumpeng raksasa. Isinya, menurut Samsul Lasmidi, 47, ketua panitia ritual tersebut, adalah uang.

Lanjutkan Membaca : First |1 | 2 | 3 | Next → | Last