BANYUWANGI, KOMPAS.com – Aktivitas tak biasa tampak di Gedung Serbaguna Korpri di Jalan Ahmad Yani Banyuwangi, Jawa Timur, saat ratusan tukang becak berkumpul untuk test drive atau uji coba becak listrik yang akan mereka terima.
Satu per satu tukang becak menjajal becak berwarna coklat dengan tudung jingga yang merupakan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto.
Hal-hal lucu pun terjadi saat para tukang becak yang biasanya harus mengayuh dengan sekuat tenaga, kini hanya perlu melajukan becak dengan kendali tangan.
Baca juga: Penipu Ber-KTP Palsu Sasar Tempat Penyewaan iPhone di Banyuwangi, Ini Modusnya
“Kaki masih mancal (mengayuh) terus karena terbiasa, tapi sekarang sudah bisa (diam),” kata salah satu tukang becak asal Kecamatan Rogojampi, Asri, Selasa (20/1/2026).
Kakek dengan enam cucu itu sempat panik saat pertama kali merasakan mengendarai becak listrik. Ia bahkan menarik gas dengan kencang, dan harus diberhentikan oleh dua orang petugas agar becaknya terhenti.
Baca juga: Kunjungan Wisata ke Banyuwangi Naik, Capai 3,6 Juta Orang Sepanjang 2025
Tak hanya Asri, banyak tukang becak lainnya yang masih beradaptasi mengendalikan becak listrik tersebut, namun demikian, adanya petugas yang mendampingi memudahkan mereka untuk memahami tahapan-tahapan yang perlu dilakukan.
“Tadi panik, tapi sekarang sudah bisa,” ujar Asri.
Dia berharap, becak dapat segera dibagikan. Sebab, usianya sudah tidak muda lagi tenaganya tak sekuat dulu.
Asri mengaku sudah 40 tahun jadi tukang becak.
Pendapatannya pun menurun dibandingkan waktu-waktu sebelumnya. Setiap hari mangkal di Pasar Rogojampi, ia membawa pulang pendapatan sekitar Rp 30.000-50.000 per hari.
Penghasilan ini menurun jauh dibandingkan saat badannya masih bugar, yakni Rp 100.000 per hari.
Harapan yang sama juga diungkapkan tukang becak asal Kabat, Abdul Faqih yang mengatakan bahwa di usianya yang menyentuh 55 tahun, ia merasa dimudahkan setelah 25 tahun mengayuh becak dengan kekuatan kakinya.
Sebelumnya, ratusan becak listrik tersebut didatangkan oleh Gerakan Sosial Nasional (GSN), yang ditunjuk untuk menyalurkan moda transportasi tersebut kepada para tukang becak.
Perwakilan GSN, Candra Mahardika, mengatakan becak listrik ini diperuntukkan bagi pengemui becak berusia di atas 55 tahun.
“Prioritas utama memang untuk tukang becak lansia. Rinciannya, untuk usia 55–60 tahun hanya diberikan kuota 20 orang, selebihnya harus di atas 60 tahun,” kata Candra.
Candra mengatakan, GSN telah mendata sekitar 100 tukang becak yang nantinya bakal menerima bantuan becak listrik. Sementara 100 tukang becak calon penerima sisanya masih didata.
GSN akan bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan penerima becak listrik tepat sasaran.
“Becak listrik tidak boleh diberikan ke selain tukang becak. Mau penerimanya berasal dari kecamatan mana pun tidak masalah, yang penting tukang becak aktif dan memenuhi syarat usia,” ungkap dia.
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang






