Warga Kebaman Dihebohkan Isu Tuyul

  • Bagikan
Warga Desa Kebaman, Kecamatan Srono, yang sempat waswas dengan isu tuyul sudah mulai beraktivitas, kemarin (22/6). Foto : Jawa Pos Radar Genteng

MUI Sebut Terlalu Percaya Kekuatan Tuyul Bisa Musyrik

Jawa Pos Radar Genteng – Warga Dusun Krajan, Desa Kebaman, Kecamatan Srono sejak dua bulan lalu dihebohkan ulah tuyul yang suka mencuri uang warga.

Dan itu, membuat warga resah karena sering kehilangan uang simpanannya.

Salah satu warga, Atim, 56, asal Dusun Krajan, Desa Kebaman, Kecamatan Srono mengatakan hampir semua warga di kampungnya pernah kehilangan uang.

Dan itu, diduga karena ulah tuyul. “Uang didompet atau di lemari hilang,” terangnya.

Uang warga yang hilang itu, jelas dia, besarnya bervariasi.

Di antara warga, ada yang mengaku kehilangan Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu.

“Hampir setiap hari ada warga yang kehilangan uang simpanannya,” jelasnya.

Untuk melawan tuyul yang beraksi tiap malam itu, jelas dia, warga rutin menggelar jaga malam. Selain itu, setiap malam juga mengadakan selawatan di rumahnya masing-masing.

“Sejak warga jaga malam dan membaca selawatan, aksi tuyul mulai berkurang,” ungkapnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banyuwangi, KH Mohammad Yamin mengatakan masyarakat sebaiknya tidak mudah percaya dengan makhluk gaib yang konon menyerupai anak kecil itu Menurutnya, terlalu mengimani kekuatan tuyul bisa mengarah kepada kemusyrikan.

“Kita tidak usah terlalu percaya dengan hal-hal seperti itu (tuyul), karena sulit dibuktikan benar atau tidaknya,” katanya.
Kiai Yamin menyampaikan umat Islam memang harus mengimani adanya makhluk gaib sebagai ciptaan Allah.

Tapi keyakinan itu harus senantiasa berpedoman pada kitab suci Alquran dan hadis.

Umat Islam yang percaya dengan kekuatan tuyul dan mematuhi perintahnya, itu termasuk perbuatan menyekutukan Allah atau musryik.

“Yang penting kita pedomannya Alquran dan hadis, hanya Allah yang tahu persoalan makhluk gaib. Kalau dalam bahasa Alquran, makhluk gaib itu hanya jin dan setan,” ungkapnya.

Baca :
Misteri Tiket Tahun 1965, Benarkah Seorang Wanita Turun dari Bus Hantu Banyuwangi-Surabaya?

Kiai lulusan Universitas Al Azhar Mesir itu mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah termakan isu adanya tuyul itu.

Sebab, isu bisa memacing gejolak masyarakat, dan nanti dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Intinya tetap berserah diri kepada Allah dan selalu berikhtiar.

Jika memang ada aksi pencurian, sebaiknya laporkan kepada kepolisian, jangan membuat isu semacam itu,” pungkasnya. (kri/abi)

Sumber : Jawa Pos Radar Genteng

  • Bagikan
%d blogger menyukai ini: