400 Calon Mahasiswa Dites di Untag

0
320
Peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi se-Besuki Raya mengerjakan soal ujian dikampus Universitas 17 Agustus 1945 Banyuwangi kemarin.

BANYUWANGI – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Banyuwangi mendapat kehormatan. Perguruan Tinggi (PT) yang berlokasi di jalan Adi Sucipto, Banyuwangi itu terpilih sebagai salah satu penyelenggara ujian tulis bagi para peserta Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi se-Besuki Raya (SBMPTBR).

Ya, sebanyak 400 calon mahasiswa peserta SBMPTBR menjalani ujian tulis dikampus merah putih-julukan Untag-kemarin (8/7). Bahkan, Untag telah tiga kali terpilih sebagai tempat ujian tulis selama tiga tahun secara beruntun.

SBMPTBR tersebut merupakan hasil kerja sarna Universitas Jember (Unej) dengan 23 Perguruan Tinggi (PT) swasta di wilayah Banyuwangi, Situbondo, Jember, Lumajang, Bondowoso, dan Probolinggo.

Total peserta SBMPTBR sebenarnya mencapai sekitar 1.400 orang. Di antara total peserta seleksi bersama itu, sebanyak 400 orang menjalani ujian tulis di Untag. Sedangkan sisanya melakukan ujian tulis di kampus Unej, Universitas Abdurachman Saleh (Unars) Situbondo, Universitas Lumajang (Unilu), dan Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo.

Loading...

Ujian tulis di Untag diikuti para peserta SBMPTBR kelompok sosial-humaniora maupun kelompok science dan teknologi. “SBMPTBR ini forum antar PT se-Besuki Raya dan belum dilakukan oleh perguruan tinggi lain di Indonesia,” ujar Pemonev SBMPTBR, Sugeng Winarso.

Menurut Sugeng, SBMPTBR sangat bermanfaat bagi para calon mahasiswa. Sebab, peserta bisa memilih tempat tes di salah satu PT penyelenggara walaupun tidak memilih PT tersebut.

“Misalnya mahasiswa asal Banyuwangi yang ingin kuliah di Jember. Mereka tidak perlu mengikuti tes di Jember, tetapi bisa mengikuti tes di Untag Banyuwangi,” kata dia. Koordinator Pelaksana asal Unej, Achmad Syaifullah, menambahkan SBMPTBR sistem penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan Unej bersama PT swasta se wilayah Besuki Raya.

“Seleksi penerimaan mahasiswa baru itu penting dan menjadi salah satu kriteria penilaian kinerja suatu PT,” cetusnya. Sementara itu, Rektor Untag Banyuwangi, Andang Subahariyanto, menuturkan kepercayaan Unej menunjuk Untag sebagai salah satu penyelenggara ujian tulis merupakan suatu kehormatan.

“Kami dinilai punya sarana, prasarana, dan sumberdaya manusia (SDM) yang mampu mendukung pelaksanaan seleksi,” tuturnya. Andang menambahkan, dipercaya sebagai salah satu penyelenggara ujian tulis SBMPTBR menjadi momentum bagi Untag untuk semakin dikenal masyarakat, terutama di wilayah Besuki Raya.

“Bagi peserta SBMPTBR yang memilih Untag sebagai pilihan kedua atau ketiga dan tidak terpilih di PT tujuan pertama, tidak perlu mengikuti proses penerimaan mahasiswa baru (PMB) Untag. Mereka tinggalmelakukan registrasi,” paparnya.

Bukan itu saja, para peserta SBMPTBR juga mendapat keistimewaan lain. Mereka berhak mendapat potongan biaya pengembangan sebesar 25 persen dari total biaya pengembangan yang harus dibayar peserta PMB Untag gelombang kedua. (radar)

loading...