Pasokan Cabai dari Wongsorejo Melimpah

0
249
Ilustrasi Cabai

Harga dari Petani Rp 23 Ribu, Di Pasar Rp 35 Ribu

WONGSOREJO – Melimpahnya panen cabai di kecamatan paling utara Banyuwangi, Wongsorejo, membuat para pengepul cabai rawit tidak susah lagi untuk menyuplai hasil panennya.

Setiap hari para pengepul menerima hasil panen petani sebanyak 1 sampai 2 ton. Cabai yang didapat dari pengepul berasal dari tiga desa. Yaitu Bangsring, Bengkak, dan Alas buluh. Pengepul membeli cabai kepada petani dengan harga Rp. 23.00 perkilo.

“Harga cabai di pasaran sekarang berkisar di antara Rp. 25.000 sampai Rp. 35.00,” ungkap Newi, 38, salah seorang pengepul. Cabai rawit asli dari tanah Wongsorejo tersebut kebanyakan dikirim ke Kalimantan.

Cabai yang dikirim harus sampai di Kalimantan dalam waktu dua hari agar cabai tidak busuk dalam perjalanan. “Jika cabai terlalu lama di kendaraan, kualitasnya jadi tidak bagus lagi,” ujar Newi.

Selain itu, pengepul juga harus teliti menyortir great cabai yang akan dikirim. Cabai yang tergolong bagus akan ke luar pulau. Sebaliknya jika cabai dengan kualitas kurang bagus akan dilempar ke pasar lokal diwilayah Banyuwangi.

“Cabai yang dikirim akan ditaruh di peti kayu. Setiap peti berisi 45 kilogram cabai rawit,” ucap Newi. Para petani cabai Wongsorejo kini bisa merasakan hasil panen setiap tahun. Pasalnya sistem pengairan yang ada di lahan pertanian sudah modern menggunakan sumur bor sehingga petani tidak dibingungkan lagi oleh masalah air.

“Sekarang banyak sumur bor sudah tersedia di dekat sawah. Jadi petani bisa menanam apa saja sepanjang tahun,” jelas Samidi. 55, Petani Wongsorejo. Kendala yang dihadapi petani saat ini adalah cuaca dan penyakit cacar air pada cabai.

Cabai yang terkena wabah akan cepat membusuk dan harus segera dipanen sebelum waktunya. Pada musim penghujan biasanya harga cabai cenderung melambung. “Untuk pengendalian hama penyakit bisa ditanggulangi. Tetapi jika kendala cuaca itu sulit sekali diprediksi,” tandas Samidi. (radar)

Loading...