Penjualan Bunga Melonjak, Peziarah Membeludak

0
155
Suasana Ziarah Kubur

SRONO-Mendekati Ramadan, warga ramai- ramai berziarah ke makam untuk membaca doa pada keluarganya yang telah meninggal kemarin. Salah satunya, terlihat di pemakaman umum Desa Bagorejo, Kecamatan Srono kemarin (25/5).

Ziarah kubur yang dilakukan warga itu, menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang bunga yang mangkal di pasar atau di pinggir jalan. Penghasilan mereka, jadi meningkat dibanding hari biasa.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Genteng, para keluarga yang datang ke makam di Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, paling banyak dari daerah Kecamatan Muncar dan Srono. “Saya dari Bagorejo saja, ini datang dengan istri. Saya sengaja datang lebih awal atau H-2 sebelum puasa karena besok masih mau ke makam yang lain,” kata Bisri, salah seorang warga usai dari pemakaman anaknya.

Loading...

Warga lainnya, Supadi 50, asal Desa Blambangan, Kecamatan Muncar, mengaku datang ke kuburan di Desa Bagorejo itu untuk ziarah ke makam anak dan ibunya. “Ini habis dari makam anak dan ibu saya, sekarang mau ke pemakaman keluarga yang lain, ” ujarnya singkat.

Warga yang datang ke kuburan untuk ziarah, sebagian besar membawa bungkusan yang berisi bunga.  Bunga yang di bawa itu ada yang membeli di pasar atau di piggir jalan. Bahkan, di pintu masuk makam tersebut juga ada dua pedagang bunga.

“Saya jualan bunga mulai pagi hingga sore,” terang Hartini, 55, salah seorang pedagang bunga di depan Pasar Srono.

Jualan bunga menjelang Ramadan seperti ini, jelas dia, memang menjadi berkah sendiri. Sejak berjualan mulai pagi hingga pukul 15.00, sudah melayani sekitar seratus pembeli bunga.

“Di sini (Pasar Srono) ada enam penjual, semuanya laris. Dari pagi mungkin ada seratus orang yang beli ke saya. Ibu Alin dan pedagang lainnya juga banyak yang beli,” ungkapnya.

Perempuan yang biasa disebut bu Tin ini menyebut, puncak penjualan bunga bakal terjadi pada Jumat (26/5) ini. ” Sejak seminggu yang lalu sudah mulai banyak pembeli, biasanya pada H-1 Ramadan atau besok (hari ini), pembelinya lebih banyak. Kalau Ramadan berkurang lagi,” ceusnya.

Hartini menyebut bunga yang dijual itu jenisnya sedap malam, mawar, kertas, pandan, serta bunga jenis lain yang di dapat dari kampung-kampung. “lni saya kumpulkan dari kampung- kampung, harganya satu bungkus Rp 2.500,” ungkapnya. (radar)

loading...

Kata kunci yang digunakan :